Connect With Us

News

Turki Menambah Kekuatan Pasukannya di Idlib Suriah

mm

Published

Turki Menambah Kekuatan Pasukannya di Idlib Suriah​ Pembicaraan di Turki Berbicara pada konferensi pers di Ankara pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengulangi Turki...
Sumber Gambar: aljazeera.com

Pembicaraan di Turki

Berbicara pada konferensi pers di Ankara pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengulangi Turki akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghentikan tragedi kemanusiaan di Idlib.

“Delegasi dari Rusia akan tiba di Turki. Kami akan mengadakan pembicaraan. Tujuan kami adalah menghentikan agresi rezim Suriah dan memajukan proses politik,” kata Cavusoglu, seraya menambahkan bahwa Rusia akan tiba pada hari Sabtu.

Pada hari Kamis, pasukan Suriah yang dipimpin Rusia merebut kembali kota strategis Saraqib di provinsi itu setelah bentrokan sengit dengan pejuang oposisi, media pemerintah Suriah melaporkan.

Dorongan itu menyebabkan pemindahan lebih dari setengah juta orang hanya dalam waktu dua bulan, menambah bencana kemanusiaan di wilayah tersebut yang dipenuhi dengan orang-orang yang terlantar secara internal.

Kota ini terletak di persimpangan dua jalan raya utama, satu menghubungkan Damaskus ke utara dan lainnya menghubungkan barat dan timur negara itu.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, dan TV Al-Ikhbariya yang dikelola pemerintah mengatakan unit-unit tentara Suriah memasuki kota sebelum malam tiba dan menyisirnya untuk mencari para pejuang dan bahan peledak yang tersisa.

Syrian Observatory for Human Rights​ (SOHR), pemantau perang yang berbasis di Inggris, mengatakan pasukan Turki membangun pos militer baru di timur kota Idlib.

Turki mengatakan kemajuan pasukan Suriah baru-baru ini melanggar perjanjian sebelumnya.

Pada tahun 2017, Turki, Rusia dan Iran mengadakan pertemuan di kota Nursultan (sebelumnya dikenal sebagai Astana) di Kazakhstan dan mengumumkan bahwa Idlib dan kota-kota tetangga di wilayah Ghouta Timur di luar Damaskus dan kota-kota selatan Deraa dan Quneitra akan menjadi zona de-eskalasi.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang, dan Ankara mendirikan 12 pos pengamatan di sana.

Gerak maju militer Suriah telah menyebabkan tiga pos Turki jatuh di daerah di bawah kendali pemerintah Suriah, sumber keamanan Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters, menambahkan bahwa pos-pos tersebut dilengkapi dengan personel dan peralatan yang cukup untuk mempertahankan diri.

Sumber: aljazeera.com, aa.com.tr​

2 of 2Next