Berita

Irak Akan Meninjau Ulang Kerjasama Militer Dengan Koalisi Pimpinan AS

Published

on

Irak mengutuk Amerika Serikat pada Senin karena meluncurkan serangan udara terhadap milisi yang didukung Iran di wilayahnya dan memperingatkan tindakan itu dapat merusak hubungan antar kedua negara.

Dewan Keamanan Nasional Irak mengatakan akan mempertimbangkan kembali kerjasamanya dengan koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam melawan ISIS.

Pasukan Amerika Serikat, Inggris dan asing lainnya hanya dapat beroperasi di Irak dengan izin dari pemerintah. Panasnya hubungan kedua negara ini dapat menyebabkan izin pangkalan militer pasukan koalisi Pimpinan Amerika Serikat ditarik.

Peringatan itu muncul ketika pasukan Amerika Serikat di Irak meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan serangan balasan akibat pesawat tempur Amerika Serikat yang menargetkan kelompok milisi Kataib Hezbollah pada Minggu malam.

Seorang perwira militer Irak mengatakan kepada kantor berita Reuters: “Saya pikir mereka akan membalas.”

Pendiri milisi Kataib Hezbollah yang sangat dekat dengan Iran bersumpah akan membalas dendam.

“Darah para martir tidak akan sia-sia dan tanggapan kami akan sangat keras pada pasukan Amerika Serikat di Irak,” Jamal Jaafar Ibrahimi, yang dikenal oleh nomer guerre Abu Mahdi al Mohandes, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Seruan untuk balas dendam di Baghdad datang sehari setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper mengatakan Washington telah melakukan serangan militer yang menargetkan milisi Irak yang didukung Iran yang disalahkan atas serangan roket yang menewaskan seorang kontraktor Amerika di Irak pekan lalu.

Sumber: news.sky.com, time.com, aljazeera.com