Connect with us

Opini & Analisis

Antara Nasi Goreng Megawati VS Nasi Liwet Rachmawati

mm

Published

on

Antara Diplomasi Nasi Goreng Megawati VS Nasi Liwet Rachmawati
Sumber Gambar: youtube.com

Dua kakak beradik putri dari mantan Presiden Soekarno ini nampaknya memiliki perseteruan yang cukup dalam. Secara politis, keduanya jelas angat-sangat berseberangan.

Megawati merupakan Ketua Umum PDIP, sebaliknya Rachmati merupakan Dewan Pembina Partai Gerindra. Dua Partai politik yang saat ini terkuat dan terbesar di negeri ini.

Kedua partai politik besar ini pada beberapa kali Pilpres 2014 dan 2019 berkompetisi dengan sengit untuk merebut suara rakyat mengenai siapa yang layak memimpin negeri ini. PDIP berada di belakang Jokowi, sementara Gerindra jelas mengusung Prabowo yang notabene sang Ketua Umumnya.

Terlepas dari perseteruan politis antara Megawati dan Rachmawati, nampaknya kedua putri Bung Karno ini sama-sama menyukai diplomasi meja makan. Konon keduanya juga sama-sama memasak sendiri masakan yang mejadi media diplomasi tersebut untuk dihidangkan kepada tamu-tamu khususnya.

Dalam hal ini, yang beruntung mencicipi masakan khusus yang dimasak oleh kedua perempuan hebat dari putri Bung Karno ini adalah Prabowo. Jelas, sangat tidak mungkin Prabowo akan menilai ada salah satu masakan yang tidak disukainya dari hidangan yang disediakan oleh kedua perempuan hebat yang sedang berseteru ini.

Kedua perempuan hebat ini sama-sama penting bagi Prabowo. Megawati pernah berpasangan dengan Prabowo ketika mencalonkan diri menjadi pasangan pada Pilpres tahun 2009 yang lalu, namun dikalahkan oleh pasangan SBY – Boediono. Sementara, Rachmawati menjadi salah satu pimpinan teras dari partai pimpinan Prabowo sebagai Dewan Pembina Partai Gerindra.

Pada dua periode 2014 dan 2019, PDIP dan Gerindra praktis berseberangan karena masing-masing mengusung calon-calon mereka sendiri dan kebetulan harus berhadap-hadapan. Pada 2 periode ini, gesekan antara PDIP dan Gerindra cukup panas bahkan sampai berimbas ke akar rumput.

Untung, kedewasaan sikap dari para pimpinan politis dari kedua belah pihak ini mampu meredam gesekan lebih lanjut. Apapun juga, nampaknya rasa sayang Prabowo dan Megawati pada negeri ini mampu mengalahkan ego-ego politis mereka. Sikap kenegarawanan keduanya mampu mendinginkan suasana politis yang sebelumnya sempat menghangat.

Kembali lagi ke nasi goreng Megawati VS nasi liwet Rachmawati. Keduanya adalah saudara kandung dan sekaligus putri dari proklamator kita.

Tidak terlalu penting untuk diperdebatkan nilai dari masakan siapa yang lebih enak. Juga sangat tidak terlalu penting untuk dibahas simbol dibalik kedua pilihan model masakan nasi dari keduanya.

Kedua pilihan masakan tersebut tidak terlalu perlu untuk dibanding-bandingkan sataupun ditanding-tandingkan. Yang paling penting, situasi politis menjadi semakin sejuk, sehingga republik ini akan semakin berjalan normal kembali seperti sedia kala.

Advertisement
Comments