Connect with us
mm

Published

on

Trump telah memperingatkan Turki tentang kehancuran ekonomi jika Turki nekat menyerang milisi Kurdi setelah penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah, sementara itu juga mendesak Kurdi untuk tidak “memprovokasi” Ankara.

“Kami akan menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka mengggempur milisi Kurdi,” tulis Trump, sambil mendorong terciptanya ‘zona aman’ 20 mil. Dia kemudian menambahkan: “Demikian juga, dirinya tidak ingin Kurdi memprovokasi Turki.”


Trump tidak merinci siapa yang akan membuat, menegakkan, atau membiayai zona aman, atau di mana zona aman akan diberlakukan.

Trump menyebut penarikan diri militer Amerika Serikat dari Suriah “sudah lama tertunda” tetapi mengatakan Amerika Serikat masih akan menghancurkan total “teritorial kekhalifahan ISIS yang tersisa dari berbagai arah. Akan menyerang lagi dari pangkalan terdekat yang ada jika muncul lagi kekuatan ISIS. ”

“Rusia, Iran dan Suriah telah menjadi penerima manfaat terbesar dari kebijakan jangka panjang Amerika Serikat untuk menghancurkan ISIS di Suriah. Kami juga mendapat manfaat tetapi sekarang saatnya untuk membawa pasukan kami kembali ke rumah. Hentikan perang tanpa akhir ini! ”

Pos-pos tersebut mendapat tanggapan cepat dari juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Ibrahim Kalin. “@realDonaldTrump Adalah kesalahan fatal untuk menyamakan Kurdi Suriah dengan PKK, yang ada dalam daftar teroris Amerika Serikat, dan cabang PYD / YPG Suriah,” juru bicara Ibrahim Kalin menulis di Twitter.

“Teroris tidak bisa menjadi mitra & sekutu Anda. Turki mengharapkan Amerika Serikat menghormati kemitraan strategis kami dan tidak ingin itu dibayangi oleh propaganda teroris, “kata Kalin.

Posting-posting Twitter Trump pada hari Minggu adalah yang terbaru dalam riak-riak informasi yang dirilis oleh pemerintahannya setelah pengumuman yang mengejutkan Desember tentang penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Suriah.

Diplomat top Trump, Mike Pompeo, sedang dalam lawatan regional yang bertujuan meyakinkan sekutu Kurdi Washington dalam perang melawan ISIS. Mereka khawatir ditariknya pasukan Amerika Serikat akan memungkinkan Turki untuk menyerang mereka.

Turki telah bereaksi dengan marah terhadap saran sebelumnya bahwa rencana Trump untuk menarik pasukan bergantung pada keselamatan para pejuang Kurdi yang didukung Amerika Serikat, yang dipandang oleh pemerintah Turki sebagai teroris.

Operasi yang dipimpin Amerika Serikat terhadap ISIS di Suriah telah dipelopori oleh Syrian Democratic Forces (SDF) yang didominasi milisi Kurdi.

Ankara melihat tulang punggung SDF tersebut, Kurdish People’s Protection Units (YPG), sebagai kelompok teroris yang terkait dengan Kurdistan Workers party (PKK) yang telah berjuang pemberontakan selama puluhan tahun melawan negara Turki.

Pada hari Sabtu, lebih dari 600 orang dievakuasi dari sisa wilayah ISIS yang tersisa di Suriah timur, kata Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), ketika para pejuang yang didukung Amerika Serikat bersiap untuk serangan terakhir di daerah itu.

Rami Abdel Rahman ketua SOHR mengatakan beberapa lusin pejuang jihad termasuk di antara mereka yang dievakuasi ke daerah-daerah yang dikuasai oleh aliansi Kurdi-Arab.

Abdel Rahman mengatakan 16.000 orang, termasuk 760 pejuang ISIS, telah melarikan diri dari daerah itu sejak awal Desember, meskipun ini menandai pertama kalinya SDF dan koalisi menyediakan bus, menunjukkan kesepakatan yang dicapai antara pihak yang bertikai.

PBB mengatakan pada hari Jumat 25.000 orang telah melarikan diri dari kekerasan selama enam bulan terakhir ketika para jihadis membela benteng mereka yang semakin rapuh.

Diperkirakan 2.000 warga sipil masih terperangkap di daerah sekitar kota Hajin, kata PBB.

Sumber: theguardian.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Serial Terbaru