Connect with us
mm

Published

on

Sebuah ledakan hebat dari bom mobil telah dilaporkan terjadi di dekat kedutaan Rusia di Twitter, dimana mobil-mobil ambulan langsung menuju ke lokasi kejadian, menurut laporan media setempat.

Wartawan yang berbasis di Suriah Danny Makki mencuit: “Mendengar beberapa ambulan di distrik Al-Adawi, sepertinya IED meledak dahsyat, … belum ada kabar tentang korban dari insiden ledakan tersebut.”


Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berpusat di Inggris mengatakan: “Ledakan itu terjadi di dekat cabang keamanan di selatan kota,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris.

Rusia bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan telah berperan penting dalam mempertahankan pemerintahannya selama perang saudara yang berkepanjangan yang melanda negara itu.

Kantor berita pemerintah Sana menggambarkannya insiden tersebut sebagai “pemboman teroris”, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu, yang terjadi dua hari setelah sebuah bom mobil menghantam kota pesisir Latakia, kubu lain Presiden Assad, yang mengakibatkan satu orang tewas.

Dan pada hari Minggu, sebuah bom meledak di dekat ledakan militer di kota.

Kedutaan itu sendiri tidak terpengaruh oleh ledakan itu dan tetap terbuka, kata seorang pejabat kepada Russia Today.

Meskipun Presiden Bashar al-Assad telah mendapatkan kembali kendali atas sebagian besar wilayah Suriah dengan bantuan Rusia dan Iran, para penyerang masih mampu menyerang di kota-kota yang dikuasainya dengan ledakan bunuh diri dan bom mobil.

Sumber: express.co.uk

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA

Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.