Connect with us
mm

Published

on

Jejaring

Rusia dan Turki pada hari Sabtu setuju untuk mengoordinasikan operasi darat di Suriah setelah pengumuman mengejutkan pekan lalu tentang penarikan militer Amerika Serikat, kata diplomat top Moskow.

“Tentu saja kami memberikan perhatian khusus pada keadaan baru yang muncul sehubungan dengan penarikan militer Amerika Serikat yang diumumkan kemarin,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov setelah pembicaraan dengan timpalannya Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di Moskow.


“Pemahaman dicapai tentang bagaimana perwakilan militer Rusia dan Turki akan terus mengoordinasikan langkah-langkah mereka di lapangan dalam kondisi baru dengan maksud untuk akhirnya membasmi ancaman teroris di Suriah,” kata Lavrov.

Cavusoglu mengkonfirmasi kedua negara akan mengoordinasikan operasi darat di Suriah, dan menambahkan mereka juga membahas rencana untuk membantu para pengungsi untuk pulang kembali ke Suriah.

“Kami akan melanjutkan kerja aktif (dan) koordinasi dengan rekan-rekan Rusia kami dan rekan-rekan dari Iran untuk mempercepat kedatangan penyelesaian politik di Republik Suriah,” katanya dalam sambutannya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.

Selain Lavrov dan Cavusoglu, menteri pertahanan Rusia dan Turki Sergei Shoigu dan Hulusi Akar juga menghadiri pembicaraan.

Presiden Donald Trump pekan lalu secara tak terduga mengatakan dia menarik 2.000 tentara dari Suriah, menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mencapai tujuannya karena kelompok ISIS telah “tersingkir”.

Gerakan ekstremis, juga dikenal sebagai ISIS, telah kehilangan hampir seluruh wilayahnya, meskipun ribuan jihadisnya diperkirakan masih tetap berada di Suriah yang dilanda perang.

Pada hari Jumat, Rusia mengatakan akan menjadi tuan rumah KTT tiga arah dengan Turki dan Iran mengenai konflik Suriah awal tahun depan.

Sumber: france24.com, ruptly.tv

Copyright © 2018 Jejaring Net Online
Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.