Connect with us
Trump – Erdogan Akan Mengkoordinasikan Penarikan Mundur Militer AS di SuriahTrump mengatakan bahwa dirinya dan Erdogan telah berbicara panjang lebar tentang militer Amerika Serikat yang direncanakan ditarik mundur dari Suriah...
mm

Published

on

Trump mengatakan bahwa dirinya dan Erdogan telah berbicara panjang lebar tentang militer Amerika Serikat yang direncanakan ditarik mundur dari Suriah dalam “komunikasi yang panjang dan produktif” pada hari Minggu.

Trump memberikan sedikit detail tentang pembicaraannya. Tetapi dia telah mencuit bahwa dirinya dan Erdogan telah membahas berbagai isu mengenai ISIS, perdagangan, dan apa yang disebut Trump sebagai “penarikan pasukan Amerika Serikat yang pelan-pelan dan sangat terkoordinasi dari Suriah.”


Kantor Erdogan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Erdogan dan Trump setuju untuk “memastikan koordinasi antara militer, diplomatik, dan pejabat negara mereka untuk menghindari kekosongan kekuasaan yang dapat terjadi setelah penyalahgunaan kekuasan dan fase transisi di Suriah.”

Erdogan mengatakan akhir pekan lalu bahwa Turki menunda operasi melawan milisi Kurdi di Suriah setelah keputusan Trump.

Trump telah menyatakan ISIS dikalahkan dan mengatakan sudah waktunya bagi anggota lain dari koalisi anti-ISIS untuk masuk dan membersihkan sisa kantong terakhir ISIS.

Tetapi keputusannya untuk meninggalkan Suriah tidak populer di kalangan banyak orang di Washington, termasuk dalam pemerintahannya sendiri.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis, dan utusan khusus untuk koalisi global yang memerangi ISIS, Brett McGurk, telah mengundurkan diri karena kepurtusan Trump mengenai Suriah.

Tetapi pejabat kepala staf Mick Mulvaney mengatakan kepada siaran ABC This Week, Trump tidak akan berubah pikiran.

“Saya pikir presiden telah memberi tahu orang-orang sejak awal bahwa dia tidak ingin kita tinggal di Suriah selamanya … Anda melihat hasil akhirnya sekarang dari dua tahun kerja Presiden Trump.”

Mulvaney ditanya tentang pengunduran diri Mattis dan McGurk dan mengatakan “tidak lazim” bagi anggota kabinet untuk mengundurkan diri “karena perbedaan pendapat semacam ini.”

Senator Republik Bob Corker, ketua Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen Amerika Serikat, mengatakan pada hari Minggu bahwa dia merasa “hancur” oleh keputusan Trump tersebut dan menyebut Amerika Serikat sudah “tidak dapat diandalkan.”

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa ia “sangat menyesalkan” keputusan Trump untuk menarik pasukannya dari Suriah.

Sementara itu, saksi mata mengatakan pasukan Turki telah mulai dikerahkan dan ditumpuk di perbatasan kota Manbij di Suriah utara yang dikendalikan oleh pasukan Amerika Serikat dan sekutu Kurdi mereka.

Konvoi pasukan, tank, dan peralatan lainnya dari militer Turki mulai melintasi perbatasan Turki semalam.

Para pejabat militer Turki belum memberikan alasan pasti mengapa menumpuk pasukan mereka pada jalur menuju ke arah Manbij.

Tetapi Turki dengan marah menuduh Amerika Serikat dan Kurdi gagal melakukan kesepakatan mereka untuk menarik diri dari Manbij.

Turki menuduh milisi YPG Kurdi yang didukung Amerika Serikat, sebagai kelompok teroris dan terikat dengan Kurdistan Workers Party (PKK) – yang telah berjuang dalam pemberontakan panjang untuk otonomi Kurdi yang lebih di Turki.

Sumber: voanews.com, trtworld.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.