Connect with us

Berita

Trump – Saudi Menyalahgunakan Penggunaan Bom Amerika Serikat di Yaman

mm

Published

on

Trump – Saudi Menyalahgunakan Penggunaan Bom Amerika Serikat di YamanTrump mengatakan Arab Saudi telah menyalahgunakan senjata yang dipasok Amerika Serikat dalam berbagai serangan udara di Yaman dan bahwa pemerintahan...

Trump mengatakan Arab Saudi telah menyalahgunakan senjata yang dipasok Amerika Serikat dalam berbagai serangan udara di Yaman dan bahwa pemerintahan Trump lebih hati-hati dalam mempelajari kembali tentang hal tersebut.

“Saya pikir itu adalah situasi yang mengerikan,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Axios yang ditayangkan Minggu di HBO, menyebut pemboman Saudi dari sebuah bus sekolah pada bulan Agustus “sebuah pertunjukan horor.”


Pemerintahannya, kata Trump, sedang mempelajari perang “sangat, sangat hati-hati.” Tetapi dia tidak menjelaskan lebih lanjut, dan dia menolak untuk mengatakan apakah dia mempertimbangkan kembali penjualan senjata Amerika Serikat ke Saudi atau dukungan aktif dari serangan udara Saudi di Yaman. Amerika Serikat selalu menyediakan perangkat intelijen dan pengisian bahan bakar udara untuk serangan Saudi ke Yaman.

Trump mengkritik tindakan Saudi dalam kampanye udara, mengatakan pemerintah Saudi seharusnya tidak mempekerjakan orang-orang “yang tidak tahu bagaimana menggunakan rudal sehingga ditembakkan ke bus yang penuh dengan anak-anak. Kami sebenarnya telah mengajari mereka cara menggunakan peralatan. ”

Serangan udara Saudi, ditujukan untuk pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman. Saudi juga telah dikritik secara luas karena mengakibatkan ribuan warga sipil tewas dan berkontribusi terhadap kelaparan yang semakin parah di Yaman. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres hari Jumat memperingatkan bahwa Yaman berada di ambang “bencana yang akan segera terjadi,” dan bahwa sebanyak 14 juta orang bisa berisiko kelaparan.

Perilaku perang di Arab Saudi juga mendapat sorotan baru setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Banyak anggota parlemen Amerika Serikat menyerukan penjualan senjata Amerika Serikat untuk dihentikan sebagai tanggapan atas pembunuhan Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul, sebuah langkah yang kemudian ditolak oleh Trump.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo telah menyerukan kedua belah pihak untuk mengakhiri perang, namun Pompeo mengatakan pekan lalu bahwa Houthis harus mengambil langkah terlebih dahulu untuk menghentikan serangan rudal dan serangan udara tak berawak di wilayah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Arab Saudi, yang merupakan sekutu strategis utama Amerika Serikat di Timur Tengah, merupakan pusat upaya pemerintah Trump untuk memerangi pengaruh Iran di kawasan tersebut.

Sumber: bloomberg.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.