Connect with us

Opini

Dedikasi Luar Biasa Syachrul Anto Yang Gugur Demi Tugas Kemanusiaan

mm

Published

on

Dedikasi Luar Biasa Syachrul Anto Yang Gugur Demi Tugas KemanusiaanAllah lebih cinta padamu Sayangku, pahlawanku,imamku.... Tunggu aku di jannahNya Insya Allah....terimakasih kasih sayang, bimbingan dan didikanmu. Insya Allah kami...

Allah lebih cinta padamu Sayangku, pahlawanku,imamku….

Tunggu aku di jannahNya Insya Allah….terimakasih kasih sayang, bimbingan dan didikanmu. Insya Allah kami teruskan dedikasimu dalam kemanusiaan


Laa khaula wala kuwwata Illa Billah …Innalilahi wainailaihi rojiun…Mohon dibukakan pintu maaf segala kesalahan almarhum.

Demikian postingan mengharukan dari Lyan Kurniawati, istri Syachrul Anto.

Ucapan duka yang mendalam dari Lyan Kurniawati ini muncul dalam akun facebook Syachrul Anto. Seorang penyelam yang meninggal dunia dalam misi kemanusiaan, mengevakuasi Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Syachrul Anto adalah anggota Indonesia Diver Rescue yang bergabung dalam tim Basarnas. Anto meninggal dunia saat menjalankan tugasnya mengevakuasi pesawat Lion Air.

Iringan doa terus mengalir dalam akun facebooknya. Teman-teman dan kerabat yakinSyachrul Anto mendapat tempat paling baik di Surga.

Innalillahi wainnailaihi rodjiun.. Selamat jalan kaka kami tercinta😭😭 Allah lebih sayang sm beliau, niatnya yg selalu menolong org lain, InsyaAllah surga untukmu k Syachrul Anto, InsyaAllah husnul khotimah.. Aamiin aamiin yra.. kami adik2mu bangga akan sosok pahlawan seperti kaka..” tulis Anita Damayanti.

Atas nama INDONESIA Diver Rescue Team kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam dalamnya .. semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan ..” tulis Ebram Aja.

Syachrul Anto cukup aktif dalam misi kemanusiaan. Pada tahun 2015 lalu,Syachrul Anto juga ikut dalam misi mencari korban pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata. Sebelum menjalankan misi untuk Lion Air,Syachrul Anto baru saja pulang dari Palu membantu korban gempa dan tsunami.

Syachrul Anto juga terdaftar dalam Yayasan Terumbu Rupa yang mengkampanyekan peduli terumbu karang saat traveling.

Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto mengatakan,Syachrul Anto meninggal karena dekompresi.

“Diduga dekompresi karena tekanan, bekerja tidak tahu waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan), dia mungkin langsung,” kata Isswarto saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (3/11/2018).

Menurut Isswarto, harusnya penyelaman pencarian korban Lion Air berakhir pada pukul 16.00 WIB, karena kondisi gelap dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, korban masih berada di bawah laut hingga pukul 16.30 WIB. “Korban dari sipil, penyelam Basarnas,” kata Isswarto.

Sumber: liputan6.com, BBC News Indonesia

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.