Connect with us

Berita

Pemberontak Suriah Menyerah di Propinsi Homs

mm

Published

on

Pemberontak Suriah Menyerah di Propinsi Homs
Sumber Gambar: thenational.ae

Pemberontak Suriah pada hari Jumat menyerahkan senjata berat mereka untuk hari kedua setelah menyetujui dengan pemerintah kesepakatan baru untuk mundur dari kota-kota pusat, kata monitor perang.

Pejuang oposisi setuju dengan pasukan Suriah dan sekutu mereka untuk kesepakatan gencatan senjata awal pekan ini untuk kota-kota yang sebelumnya dikuasai oleh milisi pemberontak Talbisseh, Rastan, dan Al-Houla, yang berhasil direbut oleh milisi pendukung dan pasukan pemerintah Suriah di provinsi pusat Suriah Homs.


“Para pejuang pemberontak menyerahkan senjata berat dan menengah mereka ke pasukan Rusia dan pasukan pemerintah Suriah pada hari kedua sebara berturut-turut,” kata the Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Senjata itu termasuk diantaranya artileri dan senapan mesin, kata Rami Abdel Rahman, kepala SOHR.

“Begitu serah terima selesai, para pemberontak yang ingin pergi akan dievakuasi bersama warga sipil,” kata Abdel Rahman kepada AFP.

Kesepakatan untuk tiga kota yang dikuasai pemberontak mengikuti pola yang sama dengan perjanjian lain yang baru-baru ini dicapai di seluruh Suriah, sebagian besar di sekitar Damaskus.

Pemberontak dan warga sipil akan diberikan perjalanan yang aman ke kota Jarabulus yang dikuasai pemberontak, di provinsi Aleppo, dan provinsi tetangga Idlib yang sebagian besar lepas dari kontrol pasukan pemerintah, menurut kantor berita pemerintah SANA.

Dikatakan bahwa kesepakatan itu juga menandai kembalinya institusi pemerintah beroperasi untuk tiga kota dan pembukaan kembali jalan raya utama pada ketiga kota tersebut.

Jalan raya itu membentang dari ibu kota Damaskus, melalui Homs, dan ke kota kedua Aleppo, di utara. Mengamankan jalan raya utama ini telah menjadi target utama untuk operasi militer pemerintah Suriah.

Ketiga kota itu adalah bagian dari “zona de-eskalasi” yang disepakati satu tahun lalu oleh pendukung milisi pemberontak yaitu Turki dan sekutu pemerintah Suriah yaitu Iran dan Rusia.

Salah satunya, Ghouta Timur, direbut kembali bulan lalu oleh pemerintah Suriah setelah serangan dua bulan yang meletus yang berakhir dengan evakuasi paksa pemberontak dan warga sipil di sana.

Jaish al-Izza, salah satu faksi pemberontak yang menguasai wilayah Homs tempat kesepakatan tercapai, mengatakan menolak kesepakatan itu dan berjanji untuk tetap bertempur di garis depan.

Sumber: AFP, SANA

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Info Diskon Terbaru