Connect with us
mm

Published

on

Kawan,

Mari merenung bersama sekali ini saja…….


Mencoba menengok lagi lembaran kebersamaan kita…………

Telaah lagi kejadian saat ini dan fakta historis di masa lalu………

Mari kita tengok lagi janji-janji kita bersama…………..

Bahkan mari kita ingat lagi pertukaran doa diantara kita…………

 

Kawan,

Mengapa sekarang-sekarang ini harus selalu melihatku menggunakan kacamata buram…………..

Cobalah engkau letakkan sejenak kacamata itu…………

Maka engkau akan mampu menilai warna-warna sebenarnya…….

Kalau toh pun belum mampu……………..

Cobalah pejamkan mata sejenak……….

Telaah semua masalah di antara kita dengan mata hati…………

Lihat lagi historis masa lalu bahkan sehari sebelum amarahmu memekakkan telinga………

 

Kawan,

Ketika engkau menyatakan bahwa engkau begitu murah hati terhadapku…………

Sementara, seolah-olah menempatkanku pada posisi \”manusia sulit\” yang selalu menjadi beban beratmu………

 

Cobalah sejenak letakkan ego dan amarahmu…………

Sekali-kali beranikan diri untuk bertanya pada nuranimu………

Apakah benar aku tidak pernah membuatmu bahagia?………….

Apakah benar aku tidak pernah mengiringimu untuk mencapai berbagai impianmu?…….

Apakah benar aku pernah memunggungimu?………..

Bahkan, apakah pernah aku mempertanyakan apapun segala janjimu kepadaku?………..

 

Kawan,

Cobalah pelankan sedikit suaramu………..

Aku sangat tidak terbiasa dengan suara yang terlalu keras………..

Telingaku bisa menjadi pekak dan tuli tiba-tiba…….

Bahkan suara sekeras itu bisa menjadi mantra yang akan mengutukku menjadi patung batu……….. 

 

Kawan,

Bukannya aku mengguruimu, karena justru engkaulah salah satu guru bagiku……….

Aku hanya berusaha mengingatkan sebagaimana kawan………

Selagi kita berkawan dan masih memiliki kesempatan……

 

 

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.