Connect with us
mm

Published

on

Beberapa waktu yang lalu, saya merokok di area yang jelas-jelas tertulis dilarang merokok. Selama ini, hampir tidak ada siapapun yang menegurnya. Mungkin karena segan, atau kasihan dengan saya yang ahli hisap. Tiba-tiba, ada anak muda mendatangi saya, dan menegur dengan santun dan lirih agar saya tidak merokok di tempat tersebut. \”Pak, tolong dong jangan merokok disini, nanti malah ngajari para mahasiswa untuk ikutan merokok disini\”.¬†

Sesaat saya tertegun. Walaupun saya tetep ndableg dan pindah tempat untuk merokok, namun dalam hati saya salut dengan keberaniannya, dan suka dengan caranya yang santun ketika menegur orang tua. Pada dasarnya dari dulu saya memang sangat suka dengan orang-orang pemberani namun lembut dalam bertindak. Itu adalah kombinasi sikap yang sangat sulit diterapkan. Nyalinya harus gede, sekaligus kesabaran dan kelembutan yang harus cukup besar.


Sambil merokok di pos ronda, saya hari itu menerawangkan pandangan saya jauh kedepan sambil menilai  kiprah ke depan anak muda tadi pada institusi yang menaungi saya saat ini. Saya melihat gambaran yang cukup baik terhadap masa depan anak muda tadi. Tidak hanya karena Bapaknya adalah orang tertinggi di institusi, namun paling tidak dia menuruni bakat Bapaknya dalam memimpin.

Walaupun begitu, dia masihlah saya anggap anak muda potensial yang masih harus banyak belajar. Harus dikemas dan ditempa dengan baik. Jangan sampai menjadi pemimpin dibawah bayang-bayang kebesaran nama bapaknya. Dia harus menemukan dan memiliki ciri khusus dalam dirinya yang layak dijual sebagai pemimpin masa depan yang hebat. Saya yakin jika ditempa dengan benar dia akan menjadi salah satu pemimpin organisasi masa depan yang baik. Semoga.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.