Connect with us

Peristiwa & Opini

Mampukah Koalisi Oposisi Menghadirkan Rival Sepadan VS Capres – Cawapres Jokowi?

Published

on

Mampukah Koalisi Oposisi Menghadirkan Rival Sepadan VS Capres – Cawapres Jokowi?Sehari jelang pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2019, besok, belum satu pun duet definitif yang...

Sehari jelang pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2019, besok, belum satu pun duet definitif yang bakal turun gelanggang.

Masa pendaftaran memang berlangsung hingga 10 Agustus, tetapi akan lebih baik sebenarnya jika publik disodori pilihan sejak jauh-jauh hari. Jika pendaftaran dilakukan jelang tenggat, risiko belum lengkapnya dokumen sangat mungkin terjadi di tengah sedikitnya waktu.


Dari hitung-hitungan berdasarkan syarat presidential threshold, pilpres tahun depan hampir pasti diikuti dua konstestan. Kontestan pertama ialah capres Joko Widodo yang diusung koalisi enam partai politik parlemen plus tiga partai nonparlemen. Kontestan kedua bisa jadi Prabowo Subianto yang mungkin didukung gabungan empat partai parlemen.

Sejauh ini, kubu pertama boleh dibilang dua langkah lebih di depan ketimbang rival mereka. PDIP, Golkar, Partai NasDem, PPP, Hanura, dan PKB telah satu hati untuk menjadikan Jokowi sebagai presiden dua periode. Keenam partai telah pula menyepakati cawapres yang akan dipasangkan dengan Jokowi. Jati dirinya memang belum diungkap ke publik, tapi yang pasti sudah ada di kantong dan tinggal diumumkan Jokowi.

Bisa dikatakan koalisi pengusung Jokowi tenang-tenang menghanyutkan. Silang pendapat karena beda kepentingan memang ada, tapi dalam politik itu wajar belaka. Yang jelas, soliditas mengalahkan segala perbedaan. Sejauh ini tak ada gejolak yang berarti karena mereka satu frekuensi bahwa Jokowi ialah harga mati untuk kembali memimpin negeri ini.

Laman: 1 2

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.