Connect with us

Published

on

Presiden Rusia, Vladimir Putin membuka konferensi pers bersama Selasa yang sangat dinanti-nantikan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Helsinki dengan mengatakan bahwa presiden Amerika Serikat memberi perhatian khusus dalam masalah Israel selama KTT mereka. Trump mengumandangkan bahwa Rusia dan Amerika Serikat akan bekerja sama untuk membantu memastikan keamanan wilayah perbatasan Israel-Suriah.

Kedua pemimpin negara adidaya ini juga berjanji untuk bersama memerangi terorisme di manapun, terutama yang terjadi di Suriah. Selain itu, keduanya juga sepakat untuk perlucutan persenjataan nuklir di kedua negara.


“Kami berdua berbicara dengan Bibi (Netanyahu) dan mereka ingin melakukan hal-hal tertentu dengan Suriah berkaitan dengan keselamatan wilayah Israel,” kata Trump dalam konferensi pers bersama. “Rusia dan Amerika Serikat akan bekerja bersama dalam hal ini.”

“Menciptakan keselamatan untuk wilayah Israel adalah sesuatu yang Putin dan saya ingin lihat lebih detail,” kata Trump.

Putin mengatakan Trump telah menghabiskan banyak waktu berbicara tentang Israel selama pembicaraan mereka. Kondisinya sudah ada untuk kerjasama yang efektif di Suriah, tambah Putin. Washington dan Moskow mendukung berbagai pihak dalam perang saudara yang memasuki tahun ke delapan ini.

Trump mengatakan mereka juga ingin membantu rakyat Suriah dengan basis kemanusiaan.

“Militer kami telah bekerjasama lebih baik berkat para pemimpin politik kami selama beberapa tahun. Dan kami juga cukup akrab di Suriah,” kata Trump.

Trump juga mengatakan dia telah menekankan pentingnya menekan Iran, sekutu Rusia, sementara Putin mengatakan dia sadar akan oposisi Amerika Serikat terhadap perjanjian nuklir internasional mengenai Iran, yang didukung Rusia.

Putin menambahkan bahwa semua kondisi di tempat untuk kerjasama yang efektif di Suriah, menyerukan penegakan Perjanjian Pemisahan Israel-Suriah 1974 untuk membawa perdamaian ke Dataran Tinggi Golan. Trump mengatakan dia menekankan pentingnya menekan Iran, sementara Putin mengatakan Amerika Serikat sadar akan sikap Rusia pada kesepakatan nuklir Iran.

Trump mengatakan dirinya melihat tidak ada alasan untuk percaya bahwa Rusia telah meretas pemilihan presiden Amerika Serikat untuk membantu dirinya menang Pilpres, dan Vladimir Putin “sangat kuat dan tegas dalam penyangkalannya hari ini”.

Pada konferensi pers yang cukup lama setelah pertemuan empat mata dengan presiden Rusia, Trump mengatakan tidak ada satu pun kata kritis tentang Rusia mengenai masalah-masalah yang telah membawa hubungan antara Washington dan Moskow ke pasca-Perang Dingin yang titik yang lebih rendah.

Ditanya apakah dia mempercayai badan-badan intelijen Amerika Serikat yang menyimpulkan bahwa Rusia ikut campur dalam pemilihan 2016, Trump mengatakan bahwa dirinya telah diberitahu oleh pemimpin CIA bahwa itu adalah kerja kotor Rusia, tetapi dirinya tidak melihat alasan apapun untuk mempercayainya.

Sumber: washingtonpost.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.