Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute Dikabarkan Tewas Setelah Baku Tembak Dengan Militer Pilipina

Dua pemimpin terakhir yang masih hidup dalam pengepungan mematikan di Filipina selatan, termasuk seorang tersangka teror Asia atas, tewas Senin
….Read More

Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute Dikabarkan Tewas Setelah Baku Tembak Dengan Militer PilipinaDua pemimpin terakhir yang masih hidup dalam pengepungan mematikan di Filipina selatan, termasuk seorang tersangka teror Asia atas, tewas Senin...thumbnail text
Peristiwa

Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute Dikabarkan Tewas Setelah Baku Tembak Dengan Militer Pilipina

Dua pemimpin terakhir yang masih hidup dalam pengepungan mematikan di Filipina selatan, termasuk seorang tersangka teror Asia atas, tewas Senin dalam satu pertempuran terakhir oleh ribuan tentara untuk merebut kembali wilayah terakhir di kota Marawi yang dipegang oleh militan pro-ISIS, kata kepala pertahanan dan pejabat tinggi keamanan lainnya.

Tersangka teror yang paling dicari FBI Isnilon Hapilon  dan Omarkhayam Maute terbunuh dalam baku tembak dan mayat mereka ditemukan Senin tadi di Marawi. Menteri Pertahanan Pilipina, Lorenzana telah mengkonfirmasi kematian militan tersebut.


Panglima militer Filipina mengatakan sekitar 30 militan pro-ISIS, termasuk kurang dari delapan pejuang asing, tetap berada di medan perang utama di kota Marawi selatan pada Senin sore.

Kepala Staf Militer Jenderal Eduardo Ano mengatakan kepada wartawan bahwa 22 sandera dan 39 kerabat militan juga tinggal di daerah tersebut.

Read More:   Korea Utara Mengancam Akan Meledakkan Bom Hidrogen di Samudra Pasifik

Ano mengatakan, pejuang asing yang masih berada di daerah pertempuran termasuk militan Malaysia Mahmud bin Ahmad dan beberapa ekstrimis Malaysia dan Indonesia lainnya. Mahmud menggunakan nom de guerre Abu Handzalah dan merupakan rekan dekat Hapilon.

Ano mengatakan 20 sandera berhasil diselamatkan Senin, termasuk seorang bayi perempuan yang baru berusia 2 bulan. Mereka membawa ke 1.771 jumlah sandera yang pulih sejak awal krisis.

Departemen Luar Negeri A.S. telah menawarkan hadiah hingga $ 5 juta untuk nyawa Hapilon, yang oleh Washington disalahkan atas penyanderaan dengan meminta uang tebusan kepada beberapa sandera warga Amerika, yang salah satu dari mereka dipenggal pada tahun 2001 di provinsi Basilan selatan. Hapilon telah didakwa di Columbia atas dugaan keterlibatannya dalam tindakan teroris terhadap warga negara A.S. dan orang asing lainnya.

Read More:   60.000 Lebih Etnis Rohingya Lari Ke Bangladesh Untuk Menghindari Kebrutalan Militer Myanmar

Para pemimpin militer mengatakan bulan lalu bahwa tiga pemimpin militan yang memulai pengepungan kota Lakeside pada tanggal 23 Mei terbunuh dalam bulan-bulan pertempuran, namun bukti terbaru menunjukkan bahwa keduanya masih hidup dan masih memimpin perang gerilya melawan militer Pilipina.

Lebih dari 1.000 orang tewas dalam kekerasan Marawi, termasuk lebih dari 800 militan. Kolonel Angkatan Darat Romeo Brawner mengatakan Minggu sekitar 40 militan masih bertempur di daerah pemukiman berbukit kecil di tepi Danau Lanao, termasuk 100 saudara laki-laki dari gerombolan bersenjata dan juga beberapa sandera sipil.

Read More:   Rusia Menyebut Pengeboman Pesawat Koalisi Pimpinan A.S. di Raqqa Sangat Barbar

Pada hari Sabtu, pasukan berusaha menyelamatkan beberapa sandera namun hanya berhasil menyelamatkan seorang tawanan wanita berusia 16 tahun, karena tembakan militan yang intens kepada posisi militer Pilipina. Tembakan intens tersebut berhasil melukai komandan batalyon tentara dan lebih dari 20 tentara lainnya, kata Brawner.

Sandera wanita yang diselamatkan tersebut berhasil memberikan informasi penting kepada militer Pilipina sehingga dapat menemukan tempat persembunyian Hapilon dan Maute di salah satu bangunan, kata Lorenzana. Berdasarkan informasi dari sandera tersebut, militer Pilipina kemudian melakukan pelacakan dan pengepungan kepada kedua gembong teroris yang merupakan pimpinan ISIS di Asia tenggara.

Sumber: CBS News, The Star Online

Copyright © Jejaring

 
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top