Full Single Boot Kali Linux, Siapa Takut?

Sebagaimanaa pernah saya ulas sebelum-sebelumnya, sangat serampangan jika ada yang bilang bahwa Linux itu tampilannya garing. Apalagi kalau sekelas Kali
….Read More

Ristek

Full Single Boot Kali Linux, Siapa Takut?

Sebagaimanaa pernah saya ulas sebelum-sebelumnya, sangat serampangan jika ada yang bilang bahwa Linux itu tampilannya garing. Apalagi kalau sekelas Kali Linux, kata banyak orang jelas nggak cuma garing namun juga gersang.

Kata orang-orang itu adalah mereka yang belum pernah menggunakannya dan fanatik menggunakan platform beserta aplikasi-aplikasi mikocok kelas bajakan. Lhah, mereka ngggak sadar jika telah menjadi penadah barang curian juga lho.

Emangnya kalau waktu intalasi aplikasi, mereka benar-benar membayar sepenuhnya aplikasi bersangkutan? Umumnya sih menggunakan crack ataupun Patch khan? Ngaku aja deh. Pakai produk bajakan (curian) aja kok bangga sih? Aneh banget apa bedanya dengan penadah barang curian ini.

Setelah merasakan betul banyak manfaat dari Kali Linux yang memfasilitasi kegemaran saya untuk uthak-uthik dan terkadang agak jahil pada waktu muda dulu, sekarang makin jatuh cinta kepada Kali Linux.

Sebelumnya saya menggunakan Linux Mint dengan Katoolin untuk seolah-olah bisa menggunakan sebagian fasilitas uji penterasi Kali Linux. Awalnya sih, pertimbangan saya menganggap tampilan Linux Mint jauh lebih cantik, dengan fasilitas yang mirip kepunyaan Mikocok. Pandangan saya watu itu juga Kali Linux palingan hanya powerful buat uji penetrasi doang.

Lama-lama kalau hanya menggunakan Katoolin, fasilitas uji penetrasinya sangat terbatas sekali. Nggak mencapai harapan ingkat kejahilan saya yang sebenarnya. Akhirnya saya putuskan untuk menginstalasis ecara penuh Kali Linuk terbaru.

Setelah nekat beralih untuk ke Single Boot seratus persen ke Kali Linux, ternyata jika kita kreatif, tampilan dan kinerjanya jauh lebih menantang dan dalam banyak hal jauh lebih menarik ketimbang Linux Mint. Bahkan dalam pandangan saya jauh lebih menarik dan menantang ketimbang Mikocok.

Akhirnya, saya putuskan untuk mencopot logo Mikocok Windows sekian di Laptop saya. Walaupun Mikocok tersebut inalasi bawaan dari toko dan instalasinya harga OS Mikocok included pada harga Laptop, namun saya nggak yakin sepenuhnya bahwa aplikasi-aplikasi lainnya, seperti opis dll benar-benar original.

Ada beberapa teman yang menyarankan dual boot dengan Mikocok. Lha ini khan sama juga beli nasi goreng iang digoreng dengan minyak babi. Nasi gorengnya sih halal, namun minyak babinya ya jelas haram banget. Ya udah deh akhirnya saya putuskan seratus persen single boot dengan Kali Linux saja.

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Loading...

INFORMASI MENARIK LAINNYA

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi mendiskreditkan suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER BULAN INI

To Top