Mencoba Memaknai Vlog Kaesang Dari Perspektif Saya Yang Orang Ndeso Asli

Lhah, nggak ada hujan nggak ada angin, Kaesang diperkarakan dan dilaporkan ke Polisi oleh seseorang yang bernama Muhammad Hidayat. (Sumber: Detiknews.com, Selasa
….Read More

Video: Mencoba Memaknai Vlog Kaesang Dari Perspektif Saya Yang Orang Ndeso Asli

Lhah, nggak ada hujan nggak ada angin, Kaesang diperkarakan dan dilaporkan ke Polisi oleh seseorang yang bernama Muhammad Hidayat. (Sumber: Detiknews.com, Selasa ....Read More
Analisis

Mencoba Memaknai Vlog Kaesang Dari Perspektif Saya Yang Orang Ndeso Asli

Lhah, nggak ada hujan nggak ada angin, Kaesang diperkarakan dan dilaporkan ke Polisi oleh seseorang yang bernama Muhammad Hidayat. (Sumber: Detiknews.com, Selasa 04 Juli 2017)

Kok malah nyengir, ya jelas jadi nyengir lah, lhao wong saya ini asli ndeso tur kluthuk banget. Saya asli Rembang, pun masih masuk sekitar 24 KM ke selatan. Sudah Ndeso, tur kluthuk banget.


Nah, kembali lagi ke Laptop. Setelah mencermati konten vlog Kaesang di Yotube, Dengan tagar Bapakmintaproyek ini, Saya sama sekali tidak tersinggung karena sangat biasa di kampung kami, jika ada perilaku norak dari sebagian diantara kami dikatakan berperilaku ndeso sambil guyonan. Itu bukan serta merta berarti bahwa orang kota perilakunya lebih baik vice versa.

“Ndeso” dalam pemahaman asli ndeso kluthuk kami adalah perilaku norak yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kata dasar Desa itu sendiri. Kata “Ndeso” ini lebih tepat untuk menggambarkan perilaku norak yang berlebih-lebihan.

Kalau mau mencermati dengan kepala dingin dan hati yang dingin pula, sebenarnya banyak hal yang disampaikan oleh Kaesang yang terbukti begitulah adanya yang terjadi saat ini. Faktanya memang benar-benar ada.

Read More:   Akankah Lebanon Menjadi "Proxy War" Baru Antara Saudi VS Iran?

Mengenai anak-anak kecil yang dalam arak-arakan menghujat dan bahkan menyerukan pembunuhan/pembantaian terhadap Ahok memang benar-benar ada. Apakah ini perilaku Islami dan Ngutho (dari kata dasar Kota)? Ya nggak banget lah. Kaesang sebenarnya menyayangkan karena anak-anak yang masih polos itu mengapa harus diracuni dengan kebencian yang akut terhadap seseorang atupun kelompok tertentu.

Tetang bahasan Kaesang yang mengatakan adanya kelompok tertentu yang enggan menyolatkan jenazah Muslim lainnya yang kebetulan tidak memilih pasangan calon kelompok tertentu, ya memang faktanya benar-benar ada. Apakah ini juga merupakan perilaku Islami dan Ngutho (dari kata dasar kota)? Wallahu a’lam.

Lhah saya ini asli dari Ndeso Kluthuk tidak merasa tersinggung sama sekali. Lha kenapa yang orang kota malah tersinggung dan mempolisikan Kaesang? Itu bukan urusan saya, namun membuat saya geli dan nyengir kuda.

Terus apakah saya termasuk Jokowi Die hard or PDIP die hard? Sampeyan salah besar. Kami sekeluarga pada Pilpres yang lalu memilih pasangan Prabowo – Hatta. Ikut bersedih luar biasa ketika justru pasangan Jokowi – JK yang terpilih menjadi RI satu. Apakah kami harus larut dalam kesedihan berlebihan apalagi kemudian marah dan dendam kepada pasangan Jokowi – JK? Awalnya saya juga kecewa. Namun sori, itu bukan sifat asli kami untuk mudah memelihara kecewa apalagi marah tanpa sebab yang jelas.

Read More:   Rusia, Turki dan Iran Bertemu, Untuk Meredam Proxy-War A.S. di Suriah?

Saya terutama dalam keluarga justru lebih memilih untuk rasional dan legowo dalam menerima kenyataan ini. Kenyataannya rakyat memilih pasangan Jokowi – JK, dan fatanya terbukti memang akselerasi pembangunannya memang yahud ketimbang presiden-presiden sebelumnya, itu fakta yang tidak boleh dipungkiri atau diingkari dengan alasan apapun.

Fakta lainnya yang jangan pernah dilupakan Presiden Jokowi adalah Presiden yang  secara resmi dan demokratis dipilih oleh rakyat. Kita sebagai rakyat ya harus menghornatinya sebagai pimpinan negara dan sekaligus simbol negara untuk saat ini.

Read More:   Kapitra Ampera - Seluruh Umat Islam Marah Karena Rizieq Shihab Dijadikan Tersangka?

Kalau ingin mengalahkan Jokwi, ya harus dengan cara-cara yang elegan, jangan jegal dan srimpung sana-sini. Toh kurang dari 2 tahun lagi ada Pilpres, silahkan kalahkan Jokowi dengan cara-cara yang elegan dan ksatria.

Kembali lagi ke kasus Kaesang. Sebagai orang asli Ndoso tur Kluthuk banget, saya tidak merasa sama sekali bahwa Kaesang menghina orang desa. Kalau ada kelompok tertentu yang tersinggung dengan Vlog Kaesang, saya yakini bahwa mereka ingin merasa sangat Ngutho banget, namun sangat kurang “jembar segarane”. Ketersinggungan yang menurut saya terlalu aneh dan nggak menggambarkan perilaku Ndeso maupun bahkan Ngutho samasekali.

Menurut saya, mau Ndeso ataupun Ngutho, tergantung kepada kita memaknainya. Kalau pada dasarnya sudah benci kepada yang mengucapkannya, ya pasti apapun bisa menjadi masalah. Jangankan ucapan dalam video vlog Kaesang, karena sudah benci nggak ketulungan, bahkan cuma sekedar senyum Kaesang saja dapat diartikan macam-macam yang konotasinya negatif.

Sumber Gambar: https://500px.com/photo/8017988/pulang-ngarit-by-3-joko

Copyright © Jejaring

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top