Benarkah Hanya Qatar Yang Hobi Mendanai Teroris? Mari Kita Lihat Secara Jernih

Benarkah Hanya Qatar Yang Hobi Mendanai Teroris Diawali setelah melihat video yang ada di laman Al-Arabiya.net, saya kemudian bertanya-tanya apakah
….Read More

>Benarkah Hanya Qatar Yang Hobi Mendanai Teroris? Mari Kita Lihat Secara JernihBenarkah Hanya Qatar Yang Hobi Mendanai Teroris Diawali setelah melihat video yang ada di laman Al-Arabiya.net, saya kemudian bertanya-tanya apakah...thumbnail text
Analisis & Opini

Benarkah Hanya Qatar Yang Hobi Mendanai Teroris? Mari Kita Lihat Secara Jernih

Benarkah Hanya Qatar Yang Hobi Mendanai Teroris

Diawali setelah melihat video yang ada di laman Al-Arabiya.net, saya kemudian bertanya-tanya apakah benar hanya Qatar yang hobi mendanai kegiatan terorisme. Setelah mengorek-orek dan mencari-cari berbagai sumber, ternyata jauh panggang dari api. Mengapa?

Alasan utama yang disebutkan oleh Arab Saudi dan tujuh negara lainnya karena Qatar adalah negara yang merupakan pendonor paling aktif dari terjadinya terorisme di kawasan dan di dunia. Benarkah dalam kenyataannya sebagaimana tersebut? Mari kita lihat secara jernih.

Mereka memiliki satu poin kunci sebenarnya, yaitu Qatar telah menjadi tuan rumah bagi pemimpin Hamas, dan telah lama memberikan sebuah platform khusus kepada Yusuf al-Qaradawi, pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin yang telah menyetujui pemboman target sipil di manapun di dunia. Selain itu, Qatar juga sering menjadi arena yang baik bagi lembaga-lembaga  pengumpul uang bagi kelompok jihad di Suriah.

Masalah kunci utama lainnya adalah, kesediaan pemerintah Qatar untuk bekerja Dengan Iran, dan kebijakan luar negerinya yang relatif independen ketimbang negara-negara teluk lainnya.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, serta para pemimpin gerakan anti-Qatar, sebenarnya tidak memberi sanksi kepada Qatar karena telah mempromosikan jihad Islam politik secara terbuka dan gamblang.

Mari kita buka-bukaan

Jika benar-benar pihak anti Qatar ingin menghukum negara yang menjadi donor terorisme, mereka juga harus memberi sanksi kepada Kuwait, yang telah mengizinkan warganya untuk mendanai para jihadis di Suriah dan bahkan diduga keras ada anggota Ikhwanul Muslimin yang duduk sebagai anggota di parlemen. Kelompok anti-Qatar  ini sebenarnya sangat terpengaruh oleh gerakan anti Ikhwanul Muslimin di Mesir, Al Jazeera yang berbasis di Qatar, sering mengudarakan nara-sumber yang mengkrtik pemerintahan anti Ikhwanul Muslimin di Mesir.

More:   Secara Resmi Status Badan Hukum HTI Dicabut Oleh Kemenkumham

Bagaimana Dengan Kelompok Anti Qatar Sendiri?

Untuk memahami kompleksitas hubungan ini, penting untuk diingat bahwa, sebelum 9/11, Selama bertahun-tahun, negara-negara teluk ini secara terbuka mendukung jihad di seluruh dunia. Pemerintah Saudi atau badan amal resmi NGO Saudi banyak menyalurkan uang dan senjata ke mujahidin di Afghanistan pada tahun 1980an dan kepada pemberontak Bosnia dan Chechnya pada 1990-an. Beberapa badan amal Kuwait juga terbukti banyak mengirim uang ke pejuang mujahidin di Balkan. Badan amal yang dikelola pemerintah di Qatar terkait dengan al-Qaradawi, ulama Ikhwanul Muslimin, juga terbukti banyak mengumpulkan uang untuk pemberontak Chechnya. Badan amal milik pemerintah UEA (HAIC) memiliki hubungan langsung dengan Hamas. UEA dan Arab Saudi termasuk di antara sedikit pemerintah yang mengakui rezim Taliban di era pra-9/11. Kerajaan Saudi juga mendorong atau setidaknya mengizinkan ribuan warga Saudi untuk berjihad dalam konflik ini.

More:   Jokowi, Boleh Badannya Cungkring & Ceking, Namun Nyalinya Gede & Mentalnya Baja

Sementara dukungan langsung untuk jihad jarang terjadi akhir-akhir ini, bantuan tidak langsung tetap berlaku. Pada tahun 2014, David Cohen menyebut Kuwait, “pusat penggalangan dana untuk kelompok teroris di Suriah.” Pada tahun 2016, Departemen Luar Negeri mencatat bahwa “entitas dan individu di Qatar” mengalirkan dana yang sangat besar kepada afiliasi al-Qaeda Di Syria. AS juga mencatat bahwa Qatar dan Kuwait adalah “yurisdiksi permisif” bagi teroris, dan bahwa Qatar mengalirkan banyak dana kepada Hamas.

Departemen Luar Negeri AS juga mengkritik Saudi karena gagal menghentikan pendanaan teroris (walaupun sulit untuk memisahkan apakah dana tersebut berasal dari orang kaya atau pemerintah itu sendiri). “Individu dan entitas di Arab Saudi terus berperan sebagai sumber dukungan finansial bagi kelompok ekstremis berbasis Sunni, khususnya afiliasi al-Qaeda Suriah, seperti Jabhat al Nusra,” kantor tersebut melaporkan pada tahun 2016.

Negara-negara Teluk juga merupakan sumber utama pejuang asing, Khususnya Saudi, lebih dari 2.500 orang Saudi telah pergi ke Suriah untuk berperang melawan pemerintahan Assad. Sementara bukti menyebutkan bahwa negara-negara teluk juga merupakan kontributor asing terbesar kedua pada milisi ISIS (sementara justru Qatar dan UEA hanya segelintir warganya yang begabung ke ISIS di Suriah) – bahkan yang lebih penting lagi adalah kenyataan bahwa Saudi dkk termasuk Qatar adalah rumah paling nyaman bagi ulama dan  organisasi keagamaan garis keras yang memicu sektarianisme di Timur Tengah.

More:   Presiden Jokowi - Pembubaran HTI Sesuai Dengan Masukan Ulama & Masyarakat

Bagaimana dengan Arab Saudi sendiri, kerajaan ini adalah tuan rumah bagi sebagian besar ulama garis keras yang kurang lebih setali tiga uang kerasnya dengan al-Qaradawi di Qatar. Jadi, kedua belah pihak yang berseteru ini sebenarnya juga sama-sama pihak yang menjadi inang dari penyebar bibit-bibit terorisme dunia yang sama-sama sangat mengerikan dampaknya.

Menurut saya, sentimen dari keengganan Qatar untuk ikut-ikutan mengucilkan Iran mungkin yang sebenarnya menjadi penyebab utamanya. Iran adalah satu-satunya negara yang mampu menyaingi hegemoni Saudi di Timur Tengah. Inia dalah satu alasan yang paling mungkin yang mendasari boikot dan pengucilan Qatar.

Masalah alasannya bahwa Qatar adalah inang terbesar dari gerakan terorisme unternasional terkesan sangat di pas-paske untuk melegitimasi pengucilan Qatar di mata negara-negara Barat. Faktanya, keduanya sebenarnya adalah sama-sama menjadi inang teroris di dunia baik melalui kucuran dana maupun  penyebaran ideologi.

Sumber Video: Alarabiya.net

 
   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER BULAN INI

To Top