Ketua MUI, Kelompok Yang Ingin Penerapan Khilafah Bikin Gaduh | Jejaring
Analisis

Ketua MUI, Kelompok Yang Ingin Penerapan Khilafah Bikin Gaduh

5 stars 85 Votes "Kita bangsa Indonesia, apapun mahzabnya bangsa kita, tokoh kita, para pendahulu sudah sepakati sistem ini. Jangan membuat sistem baru yang...

“Kita bangsa Indonesia, apapun mahzabnya bangsa kita, tokoh kita, para pendahulu sudah sepakati sistem ini. Jangan membuat sistem baru yang timbulkan gejolak baru, sudah selesai, kesepakatannya sudah selesai. Ini kan gaduh karena ada kelompok baru yang inginkan sistem lain (khilafah),” kata ketua MUi, KH. Ma’ruf Amin. (Detik.com, Sabtu 22 Apr 2017)

Nampaknya, Ketua MUI juga mulai gerah dengan begitu maraknya undangan acara International Khilafah Forum yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang ingin menerapkan Khilafah di Indonesia. Lhah, kegiatan mereka khan sudah lama banget dan antar kelompok nampaknya juga saling mengamini dan mendukung. Minimal, penerapan hukum Syariah, atau yang paling halus adalah kembali ke UUD yang asli (Piagam Jakarta).

More:   Inspirasi Hebat Dari NDX A.K.A, Dari Mantan Kuli, Sekarang Sekali Manggung 30 Juta

Dalam test case pilkada DKI kemarin, tanpa dukungan kuat dan militan dari kelompok-kelompok ini, nyaris sangat sulit pasangan Anies – Sandi untuk menjungkalkan pasangan Ahok – Djarot. Praktis, perjuangan ekstra keras dari kelompok-kelompok inilah yang sebenarnya berhasil mengalahkan kekuatan gabungan kelompok pendukung Ahok – Djarot. Saking keras dan militannya perjuangan mereka, baiat pun dilakukan kepada nyaris semua pihak yang kebetulan mengikuti acara-acara mereka.

Apakah kelompok-kelompok ini adalah kelompok-kelompok yang merindukan penerapan Khilafah di Indonesia, atau minimal penerapan hukum Syariah? Nggak perlu terlalu dijabarkan lebih jauh, praktis sebenarnya publik sudah mengetahuinya.

More:   Nggak Bakalan Polisi Berani Memproses Kasus Rizieq

Lhah, mengapa kok seolah ketua MUI terkaget-kaget dan barusan nyadar? Padahal Beliau juga Rais ‘Aam PBNU, yang notabene salah satu lembaga kajiannya pernah mengingatkan publik dan pemerintah melalui Lakpesdam-nya. Inilah yang membuat saya justru menjadi terheran-heran jikalau Beliau barusan mengeluarkan penyataan seperti ini.

Pak Kyai, kegaduhan ini sebenarnya sudah cukup lama dan PBNU sendiri telah mewaspadainya sejak lama. padahal, Gus Sholah juga sudah menjelaskan jauh-jauh hari bahwa para ulama terdahulu menyepakati agar tujuh kata dalam Piagam Jakarta dicoret, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

More:   Kok Tiba-Tiba F-PKS Tidak Selaras Dan Seiring Dengan Fahri Hamzah?

Lhah, Piagam Jakarta saja sudah selesai kesepakatannya, kok sekarang mulai di dengung-dengungkan lagi penerapan Khilafah di Indonesia. Apakah mereka yang sekarang mendengung-dengungkan Khilafah benar-benar ikut berjuang dan mendirikan Republik ini sebagaimana pengorbanan para santri, ulama, pemuda dan laskar-laskar yang berjuang di masa lalu? Kok enak saja tiba-tiba dengan mengatasnamakan bahwa Indonesia Milik Allah, mereka ingin mengubah segalanya di negeri ini.

Setuju dengan pendapat Kyai Ma’ruf, bahwa mereka semakin bikin gaduh akhir-akhir ini. Inilah yang membuat Banser dan Ansor juga mulai bertindak agak lumayan keras kepada mereka.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top