Connect with us
mm

Published

on

Selepas menjadi saksi meringankan Terdakwa kasus penistaan agama Ahok, Rois Syuriah PBNU Jakarta Ahmad Ishomudin  menuai banyak kecaman. Namun, Ahmad Ishomuddin menanggapinya dengan santai dan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja.

Ahmad Ishomuddin membenarkan soal pernyataan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menyebutkan bahwa Surat Al Maidah ayat 51 tidak mengatur soal larangan memilih pemimpin non-muslim.


“Benar, pada masa Rasulullah SAW, ayat itu sesungguhnya untuk melindungi umat Islam dan ajaran Islam dari orang-orang yang membencinya yaitu orang Yahudi dan orang Nasrani yang saling bekerja sama dan bersatu untuk memusuhi Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Jadi, itu urusan agama bukan pemilihan umum,” kata Ahli Ushul Fiqih IAIN Raden Intan Lampung, Ahmad Ishomuddin dikutip dari Antara.

Ahmad Ishomuddin  lebih lanjut menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan untuk menduduki jabatan pemerintahan tanpa pengecualian.

“Sehingga mempunyai makna bahwa baik muslim maupun non-muslim sama-sama memiliki hak politik, salah satunya memiki hak untuk menjadi pemimpin di negara sendiri,” tutup Ahmad Ishomuddin​.

Sumber: Metrotvnews

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.