Menuai Banyak Hujatan, Ahmad Ishomudin Tetap Santai Saja | Jejaring
<iframe width=1040 height=585 src="http://embed.jejaring.net/?p=70931 frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
5 stars 129 Votes Selepas menjadi saksi meringankan Terdakwa kasus penistaan agama Ahok, Rois Syuriah PBNU Jakarta Ahmad Ishomudin  menuai banyak kecaman. Namun, Ahmad Ishomuddin menanggapinya...
Menuai Banyak Hujatan, Ahmad Ishomudin Tetap Santai SajaSelepas menjadi saksi meringankan Terdakwa kasus penistaan agama Ahok, Rois Syuriah PBNU Jakarta Ahmad Ishomudin  menuai banyak kecaman. Namun, Ahmad Ishomuddin menanggapinya...thumbnail text
Fakta & Peristiwa

Menuai Banyak Hujatan, Ahmad Ishomudin Tetap Santai Saja

Selepas menjadi saksi meringankan Terdakwa kasus penistaan agama Ahok, Rois Syuriah PBNU Jakarta Ahmad Ishomudin  menuai banyak kecaman. Namun, Ahmad Ishomuddin menanggapinya dengan santai dan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja.

Ahmad Ishomuddin membenarkan soal pernyataan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menyebutkan bahwa Surat Al Maidah ayat 51 tidak mengatur soal larangan memilih pemimpin non-muslim.

More:   SDF Sedang Menunggu Pasokan Senjata yang Dijanjikan Washington

“Benar, pada masa Rasulullah SAW, ayat itu sesungguhnya untuk melindungi umat Islam dan ajaran Islam dari orang-orang yang membencinya yaitu orang Yahudi dan orang Nasrani yang saling bekerja sama dan bersatu untuk memusuhi Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Jadi, itu urusan agama bukan pemilihan umum,” kata Ahli Ushul Fiqih IAIN Raden Intan Lampung, Ahmad Ishomuddin dikutip dari Antara.

More:   Ketika MUI Merasa Jaksa Penuntut Ahok Mendelegitimasi Produk Hukum MUI

Ahmad Ishomuddin  lebih lanjut menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan untuk menduduki jabatan pemerintahan tanpa pengecualian.

More:   Hamdan Zoelva - Pemerintah Sebaiknya Membina HTI Terlebih Dahulu

“Sehingga mempunyai makna bahwa baik muslim maupun non-muslim sama-sama memiliki hak politik, salah satunya memiki hak untuk menjadi pemimpin di negara sendiri,” tutup Ahmad Ishomuddin​.

Sumber: Metrotvnews

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top