KAMPUS, SAINS & TEKNOLOGI

Busyro Muqoddas – Radikalisme Berakar Dari Ketimpangan Ekonomi

Busyro Muqoddas - Radikalisme Berakar Dari Ketimpangan Ekonomi

Semakin melebarnya jurang kesenjangan ekonomi antara penduduk terkaya dan penduduk termiskin di Indonesia ternyata tidak hanya dapat memunculkan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat. Bahaya yang lebih mengancam dari kondisi itu adalah semakin suburnya paham-paham radikal baik yang mengatasnamakan agama ataupun ideologi tertentu. Hal tersebut muncul lantaran adanya ketidakadilan atas pembagian sumber-sumber perekonomian yang sebagian besar dikuasai kaum pemodal.

More:   Profil Singkat Universitas Alma Ata, Yogyakarta

pada lain sisi, negara dianggap lebih berpihak kepada pemodal ketimbang masyarakat kecil, sehingga kesenjangan semakin lebar jaraknya. Masyarakat yang terdampak ketidakadilan ekonomi secara berkepanjangan akan lebih mudah untuk disusupi paham-paham radikal. Mereka menganggap paham tersebut dapat menjawab permasalahan yang mereka alami sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas hegemoni pemodal maupun pemerintah atas sumber perekonomian mereka.

More:   Dua Mahasiswa UMY Juara Nasional The 16th Sharia Economic Days

Demikian disampaikan oleh Dr. Busyro Muqoddas, SH, M.Hum di hadapan para peserta seminar bertajuk “Menyikapi Kasus Makar dan Terorisme” yang diadakan di Kampus FH UII, Jl. Tamansiswa No. 158, Yogya pada Senin (13/3). Menurut, Dr. Busyro Muqoddas analisanya tersebut dibangun berdasarkan argumen ilmiah yang dikumpulkannya secara telaten melalui penelitian selama bertahun-tahun.

More:   Mobil Hemat Energi IST Akprind - More Distance Less Energy

Sumber: uii.ac.id, poskotanews.com

Perlu Untuk Anda Tonton/Baca Tayangan berikut Ini:

      

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERKINI

To Top