Masa Aksi 212 Jilid II Mengancam Akan Menumbangkan Presiden Jokowi | Jejaring
Fakta & Peristiwa

Masa Aksi 212 Jilid II Mengancam Akan Menumbangkan Presiden Jokowi

5 stars 89 Votes Aksi yang diinisasi oleh FUI ini juga dikuti oleh sekelompok mahasiswa Dalam guyuran hujan, orator aksi 212 secara terbuka mengancam...

Aksi yang diinisasi oleh FUI ini juga dikuti oleh sekelompok mahasiswa Dalam guyuran hujan, orator aksi 212 secara terbuka mengancam jika Ahok tidak ditahan, maka massa aksi akan melengserkan Presiden Jokowi.

“Kalau Ahok tidak ditahan juga, maka jangan kaget kalau Jokowi yang kita tumbangkan. Sudah tiga kali diingatkan dengan damai, jika tidak didengarkan maka kita revolusi,” ujar sang orator, yang disambut seruan takbir para peserta. Mereka juga mengancam akan menginap di depan Gedung DPR, jika Presiden Jokowi belum mengeluarkan perintah untuk menahan Ahok. Mereka berjanji akan bertahan sampai keputusan tersebut keluar. (BBC.com, 21 February 2017)

More:   Konser Ariana Grande Berubah Menjadi Ladang Pembantaian

Panitia pengarah aksi 212 jilid II Usammah Hisyam menuturkan, selain meminta penonaktifan Ahok, massa juga menuntut agar proses hukum terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir dan juru bicara FPI Munarman dihentikan.

More:   Kurdi Kecewa Berat Dengan Trump

Tuntutan lainnya, polisi diminta menghentikan penangkapan-penangkapan terhadap para mahasiswa. Terakhir, massa meminta agar Ahok ditahan selama proses persidangan dugaan kasus penistaan agama berlangsung.

More:   Hamdan Zoelva - Pemerintah Sebaiknya Membina HTI Terlebih Dahulu

Sumber: BBC.com, Tempo.co

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top