Mahfud MD – SBY Turut Bertanggungjawab Atas Kasus Korupsi Patrialis Akbar | Jejaring
Fakta & Peristiwa

Mahfud MD – SBY Turut Bertanggungjawab Atas Kasus Korupsi Patrialis Akbar

5 stars 112 Votes Menurut Mahfud MD, setidaknya secara moral, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut bertanggungjawab, terkait kasus korupsi Hakim MK, Patrialis...

Menurut Mahfud MD, setidaknya secara moral, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut bertanggungjawab, terkait kasus korupsi Hakim MK, Patrialis Akbar yang terjerat kasus suap, permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

More:   Eggi Sudjana - Kalau Ingin Indonesia Aman, Jokowi Harus Hentikan Kasus Rizieq Shihab

Mahfud MD menyatakan bahwa Patrialis adalah Hakim MK yang dipilih oleh SBY pada saat menjadi presiden. Mahfud MD menambahkan, pemilihan Patrialis sangat kontroversi karena tidak melalui proses seleksi. Namun SBY tetap bersikukuh mantan politukus Partai Amanat Nasional (PAN) bisa menempati Hakim di MK. “Dulu pengadilan dibatalkan cuma waktu itu Pak SBY memaksa dengan naik banding dan ternyata dimenangkan,” ujar Mahfud MD.

More:   Akhirnya Ahok Dinyatakan Bersalah Dan Dipidana 2 Tahun Kurungan Penjara

Mahfud MD menambahkan bahwa jika dilihat lebih dalam SBY akan merasa malu dengan ditangkapnya Patrialis Akbar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya secara tersirat SBY telah memuluskan jalan seorang koruptor menjadi Hakim MK. “Secara hukum SBY enggak ikut korupsi, tapi secara moral, dia mengantaran koruptor ini ke MK,” tegas Mahfud MD.

More:   Hamdan Zoelva - Pemerintah Sebaiknya Membina HTI Terlebih Dahulu

Sumber: Jawapos.com

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top