Kemenristekdikti Akan Menertibkan PTS Yang Masih Menyewa Ruko | Jejaring
Edukasi

Kemenristekdikti Akan Menertibkan PTS Yang Masih Menyewa Ruko

5 stars 95 Votes Kemenristek Dikti akan menertibkan perguruan tinggi swasta yang berada di ruko. Pasalnya, sebagian besar PTS yang berada diruko tak memiliki...

Kemenristek Dikti akan menertibkan perguruan tinggi swasta yang berada di ruko. Pasalnya, sebagian besar PTS yang berada diruko tak memiliki izin serta hanya terakreditasi C. Selain menutup total, beberapa PTS yang masih mengantongi izin tapi minim peminat disarankan untuk di merger saja.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo menjelaskan bahwa jumlah perguruan tinggi di Indonesia terlalu banyak, mencapai 4.405 kampus. Dari jumlah tersebut, hanya 50 kampus yang mengantongi akreditasi A dan 300 kampus lainnya terakreditasi B. Sisanya terakreditasi C atau bahkan tidak memiliki akreditasi sama sekali.

“PTS yang bangunannya masih menyewa ruko, itu nanti siap-siap saja akan dimerger dengan PTS lain yang dinilai mampu. Kalau tidak mau merger tentu akan kita tertibkan. Ada beberapa penambahan standar, tapi tidak banyak. Sebab ada kampus yang dahulunya dapat izin, namun ternyata tidak bisa berkembang dengan baik, dan terpaksa bertahan dengan tetap beroperasi di ruko,” kata Patdono Suwignjo, di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta.

Patdono Suwignjo menjelaskan bahwa sejauh ini Kemenristekdikti sudah melakukan merger beberapa PTS di beberapa daerah, seperti Maluku dan Sulawesi. Ia mengaku terus melakukan pendataan dengan melibatkan pegawai kopertis di semua wilayah. “Kami akan tindak serius jika ada kampus yang masih berada di bangunan ruko dan tak berkualitas. Kopertis sebagai perpanjangan tangan untuk menjalankan tugas pengawasan, pembinaan, dan pengendalian harus segera melakukan pendataan PTS yang dinilai lemah,” kata Patdono Suwignjo.

Sumber: pikiran-rakyat.com

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top