Connect with us

Peristiwa & Opini

Erik Kristianto, Sekilas Begajulan, Namun Kontribusinya Pada Dunia Pendidikan Luar Biasa

Published

on

Erik Kristianto, Sekilas Begajulan, Namun Kontribusinya Pada Dunia Pendidikan Luar BiasaErik Kristianto (34) terlihat begajulan, bertato, bertindik besar di dua daun telinganya, dan gemar memakai kaus tanpa lengan. Pemuda yang punya...

Erik Kristianto (34) terlihat begajulan, bertato, bertindik besar di dua daun telinganya, dan gemar memakai kaus tanpa lengan. Pemuda yang punya nama panggung Erix Soekamti  mendirikan DOES University pada 2015 dengan modal awal sekitar Rp 300 juta. Ini bukanlah universitas formal yang mencetak sarjana, melainkan bersifat informal mirip sekolah bakat. Sepuluh orang fans menjadi pesertanya. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Balikpapan.

Lembaga pendidikan ini difungsikan sebagai tempat belajar anak muda yang fokus pada praktik membuat animasi. Saat menjalani masa pendidikan yang berlangsung selama 6 bulan, para peserta dikarantina. Mereka tidak dipungut biaya, kecuali biaya patungan untuk makan.


Erik membentuk DOES University sebagai tanggung jawab sosial band dan manajemennya. Ketika Group band ini namanya semakin melambung, Erik melihat potensi para remaja fansnya memiliki potensi yang luar biasa. Erik tidak mau para fansnya sekadar bersorak atau berfoto bersama saat Endank Soekamti naik panggung. Erik merasa para pemuda itu bisa diberdayakan.

DOES University ia dirikan sebagai wadah kreatif bagi Kamtis Family. Sebelum memulainya, Erik mengumpulkan orangtua dari murid yang terpilih. Ia meyakinkan para orangtua bahwa profesi animator di Indonesia memiliki prospek yang bagus.

Untuk menutup biaya operasional DOES University, Erik menyewakan dua lantai kamar hotel. Ia juga menyisihkan penghasilan dari manggung, penjualan album, dan cendera mata. Kekurangannya ditalangi dari dana patungan dan donasi. Pembelian komputer di masa awal, misalnya, didapat dari hasil penjualan DVD film VLOG Fest 2016 The Movie besutan Euforia Audio Visual, perusahaan bentukan Endank Soekamti.

Perusahaan itu menjadi payung band sejak keluar dari label rekaman besar pada 2011. Sejak saat itu, trio yang telah menghasilkan tujuh album itu berdikari. Selain manggung dan rutin menggarap album setiap tiga tahun sekali, band ini merekam aktivitas sehari-hari dalam bentuk video lantas mengunggahnya ke Youtube.

Atas kepeduliannya pada pendidikan anak-anak muda melalui DOES University, vokalis kelahiran Surabaya 31 Maret 1982 ini mendapatkan Danamon Social Enterpreneur Awards 2016.

Sumber: Netmedia, 1001indonesia.net

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement