Connect with us

Peristiwa & Opini

Saya Setuju Dengan MUI Dalam Hal Ini

mm

Published

on

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa baru, mengenai penggunaan atribut keagamaan non muslim. Fatwa Nomor 56 Tahun 2016 ini menyatakan haram hukumnya, seorang muslim menggunakan atribut keagamaan non-muslim. (viva.co.id, 14 Des 2016).

Lebih keras lagi, Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain, menginstruksikan agar perusahaan yang memaksa karyawan Muslim mengenakan simbol-simbol natal untuk dicabut izinnya. (Republika, 14 Des 2016).


Kalau menyarankan agar ijin perusahaan bersangkutan ditinjau ulang masih masuk akal. Namun, menginstruksikan ya terlalu jauh lah.

Sebenarnya, saya setuju dengan pendapat Tengku Zulkarnain bahwa perusahaan-perusahaan yang memaksakan karyawannya menggunakan atribut yang tidak sesuai dengan agama yang dianut oleh karyawan bersangkutan merupakan pelanggaran terhadap hak berkeyakinan setiap individu di Republik ini (Undang-Undang Dasar tahun 1945 pasal 28E UUD 1945).

Sebaliknya, MUI sebagai salah satu wadah umat muslim di Indonesia, juga harus berani mengingatkan dengan keras kelompok muslim untuk tidak memaksakan kehendak kepada umat-umat non-muslim lainnya.

Ya memang seperti inilah tugas utama MUI. Akidah umat harus dijaga. Namun, sebagai lembaga besar, MUI juga harus senantiasa memberikan himbauan perlunya menghormati hak keberagamaan, harkat dan martabat umat lain yang hidup di bumi Nusantara.

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement