Benarkah Ahok Menuduh Pendemo Dibayari 500 Ribu Perorang? | Jejaring
Analisis

Benarkah Ahok Menuduh Pendemo Dibayari 500 Ribu Perorang?

Ahok dianggap mencemarkan nama baik dengan menuduh pendemo—yang menuntut calon gubernur petahana DKI Jakarta itu untuk diproses hukum—merupakan orang-orang bayaran. “Menurut kami ini tidak benar sekali tuduhan bahwa ada yang dikasih uang Rp 500.000,” ujar Habiburokhman, pengacara Herdiansyah, di kantor Bareskrim Polri. (Kompas.com, 17 November 2016)

Pertanyaan saya, benarkah Ahok menuduh pendemo dibayari 500 Ribu perorang? Saya kemudian menelusur video dari sumber aslinya di ABC News. Transkripsi dan video aslinya sudah saya unggah disini.

More:   Kok Tiba-Tiba F-PKS Tidak Selaras Dan Seiring Dengan Fahri Hamzah?

Kalau melihat video lengkapnya tersebut, Ahok menjawab pertanyaan Samantha Hawley: “Dan siapa yang mendanai itu?”

Ahok: “Saya tidak tahu, saya benar-benar tidak tahu. Tapi saya percaya Presiden tahu dari intelijen. Saya percaya mereka tahu. itu tidak mudah, Anda mengirim lebih dari 100.000 orang. Sebagian besar dari mereka jika Anda melihat berita itu mengatakan mereka mendapat uang 500.000 rupiah.”

More:   Nggak Bakalan Polisi Berani Memproses Kasus Rizieq

Nah, ketika menjawab pertanyaan Samantha Hawley, dengan jawaban Ahok tersebut diatas, maka apakah dengan seta-merta dianggap bahwa Ahok telah menuduh para demonstran adalah orang-orang bayaran?

Silahkan gunakan akal sehat ketimbang kebencian berlebihan terhadap seseorang atau suatu kaum. Kalau memang kalian benar-benar muslim, maka ingatlah selalu petunjuk indah sebagaimana berikut ini:

More:   Ketika Ahok Sudah Patah Arang Di Dunia Politik

Dan jangan pulalah kalian hobi mencari-cari kesalahan orang lain. Itu namanya kalian lebih dekat ke sikap Tajassus. Ingat juga nasehat indah dari Gus Mus berikut ini. “Jangan berlebihan membenci. Nanti engkau akan menghalalkan segala cara utk mendiskreditkan orang yang engkau benci…

Sumber Gambar: Kompas.com

 

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top