Setidaknya, Putin Tahu Siapa Musuhnya Sebenarnya | Jejaring
Analisis

Setidaknya, Putin Tahu Siapa Musuhnya Sebenarnya

Pada hari Jumat, Washington Post melaporkan bahwa John Kerry telah menyerukan “agar pemerintah Suriah dan Rusia harus menghadapi penyelidikan kejahatan perang selama serangan . pada warga sipil di Suriah “, saat konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Prancis Blacque Jacque ShellacqueLebih lanjut, Kerry menyatakan bahwa Rusia dan Suriah memiliki “strategi yang sengaja menargetkan, meneror warga sipil dan membunuh siapa saja yang di jalan tujuan militer mereka.”

Juru Bicara Kementerian Luar Megeri Rusia, Maria Zakharova  menyebut bahwa pernyataan Kerry tersebut menyiratkan bahwa AS telah menunjukkan sikap sok suci ketimbang siapapun, “mencoba menguliahi kita semua dengan nada yang tidak bisa diterima sombong dan arogan.” Maria Zakharova menegaskan bahwa pernyataan Kerry adalah “propaganda.”

More:   Nggak Bakalan Polisi Berani Memproses Kasus Rizieq

Maria Zakharova  juga menyebut bahwa pernyataan Kerry tersebut memiliki  “konsekuensi hukum yang sangat serius” di belakang penggunaan istilah “kejahatan perang” dan mengatakan bahwa Kerry telah menggunakannya istilah tersebut untuk semakin memperuncing eskalasi di Suriah. Maria Zakharova mengingatkan bahwa AS adalah negara yang jelas-jelas terbukti dan paling pantas telah melakukan kejahatan perang di beberapa negara termasuk Irak, Libya, dan Yaman.

More:   Menunggu Langkah Erdogan Selanjutnya, Setelah AS Mempersenjatai YPG

Nah, dari berita Washington Post tersebut, Putin justru diuntungkan karena telah diberitahu secara tidak langsung mengenai siapa sebenarnya musuh besar Rusia dan kawan-kawannya. Rusia akan segera dapat mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan atas semua manuver mereka. Salah satu  Putin dengan merangkul Turki adalah salah satu trik permainan papan catur politik global yang cerdik dalam menghadapi arogansi Barat.

More:   Fadli Zon - Pemerintah Ngawur Jika Ingin Membubarkan HTI

Korea Utara, Iran, Suriah, Cina, Turki, beberapa negara mantan Uni Sovyet, dan beberapa negara latin sudah mulai ada dalam rangkulan Putin. Akhir-akhir ini, Pilipina juga mulai mendekat kepada Moskow. India, Mesir, nampaknya juga mulai ingin bergandengan mesra dengan Rusia.

 

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top