MUI Harus Rela Diaudit | Jejaring
Analisis

MUI Harus Rela Diaudit

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga pemberi teladan pada umat, harusnya mampu memberikan contoh tentang keterbukaan penggunaan dana yang berasal dari pemerintah ataupun dari masyarakat. Apapun dalihnya, MUI telah mengggali dana dari masyarakat melalui sertifikasi halal.

Memang, MUI bukanlah lembaga sejenis perusahaan yang harus mengikuti standard audit, namun sebgaai salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada publik, MUI harus “tidak sekedar” rela, namun harus memberikan contoh bagaimana mengelola lembaga dengan baik dan jujur.

Bahkan, setingkat organisasi LSM dan Koperasi Unit Desa (KUD) saja rela diaudit, kok MUI yang merupakan representasi dari lembaga yang merepresentasikan Ulama seluruh Indonesia kok enggan melakukannya.

Laporan Keuangan Auditan ini akan bermanfaat kepada MUI sendiri. laporan Keuangan Auditan juga akan dapat digunakan untuk menepis fitnah yang konon dihembuskan oleh orang-orang yang tidak menyukai MUI.

More:   Ketika Ahok Sudah Patah Arang Di Dunia Politik

Ngapain sampai curhat segala melalui Whatsapp. Khan MUI isinya adalah para ulama yang keimanan dan ke-Islam-annya nggak perlu dipertanyakan lagi, dan dijamin kelurusan hatinya. Jelas nggak mungkin korupsi dong.

More:   Fadli Zon - Pemerintah Ngawur Jika Ingin Membubarkan HTI

Nah masalahnya, tidak semua publik meyakini kelurusan hati para pengelola MUI. Apalagi dengan berbagai tindakan yang diduga merupakan manuver politis segelintir oknum MUI akhir-akhir ini.

Pengumuman Terbuka Laporan keuangan Auditan adalah satu-satunya cara terbaik untuk menepis keraguan sebagian pihak terhadap kinerja penggunaan keuangan MUI. Silahkan menggunakan KAP independen manapun untuk melakukan audit dan menerbitkan laporan Auditannya kepada publik.

Katanya, MUI bertujuan untuk terwujudnya masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), dan negara yang aman, damai, adil dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah Swt (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur), dengan cara memberikan bimbingan, arahan, nasehat termasuk fatwa. Berikan contoh nyata tindakan yang dapat menepiskan fitnah dalam pengelolaan keuangan dong. Lha wong masjid saja tiap Jum’atan memberikan laporan keuangan kepada jamaah Sholat kok, lha ini MUI kok malah enggan memberikan atau mempublikasi laporan keuangan Auditan? Karepe piye je. Jangan sampai dianggap Jarkoni (iso ujar, nanging ra iso nglakoni) lah.

More:   HTI Sudah Mempersiapkan UUD Khilafah Untuk Mengganti UUD 45
 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER MINGGU INI

To Top