Mengapa Marwah Daud Seolah Kehilangan Nalar Demi Dimas Kanjeng | Jejaring
Analisis & Opini

Mengapa Marwah Daud Seolah Kehilangan Nalar Demi Dimas Kanjeng

Kalau melihat dan mendengar bahwa korbanya banyak yang menyetor ratusan juta bahkan milyaran rupiah, maka sungguh tidak dapat dibenarkan bahwa korban Dimas Kanjeng hanya berasal dari kalangan bawah. Korbannya juga mulai dari level orang bawah yang tidak pernah makan bangku sekolahan sampai ke level petinggi dan sangat terdidik. bahkan figur sekelas Marwah Daud Ibrahim juga ikut terjerat didalamnya. Ada fenomena apa iini?

More:   Dalang Penyiraman Air Keras Ke Novel Baswedan, Siapa?

Dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) bahkan, Akbar Faisal sampai nyesek didada dan terbata-bata menahan tangis untuk mengajak Marwah Daud seniornya untuk kembali ke jalan yang benar. Demikian juga KH Hasyim Muzadi juga mengajak Marwah Daud untuk kembali ke jalan yang benar. Sayangnya, Marwah Daud kukuh tetap melanjutkan keputusannya untuk meyakini bahwa Dimas Kanjeng adalah benar-benar figur istimewa yang memiliki Karomah. Sungguh keyakinan yang luar biasa ajaib terhadap sesuatu yang tidak jelas juntrungnya. Benar-benar keputusan Marwah Daud Ibrahim sangat memprihatinkan dan sangat disayangkan.

More:   Perang Suriah Nyaris Mustahil Dihentikan

Saya setuju dengan pendapat KH Hasyim Muzadi yang menyatakan bahwa:

“Kecerdasan dan kepandaian belum segalanya. Karena kondisi kejiwaan juga berpengaruh pada kecerdasan dan kepandaian seseorang.”

Sungguh sangat disayangkan jika Dr. Marwah Daud yang berpendidikan tinggi dan memiliki karir yang mengkilap dalam berbagai organisasi baik politik maupun non-politik mengambil keputusan yang nampak sebagai sosok yang sudah mulai kehilangan nalar ketika membela Dimas Kanjeng. Sesuatu kejadian yang sangat memprihatinkan, memalukan dan patut dicurigai bahwa keputusan Marwah Daud tersebut ada apa-apanya.

More:   Menguak Misteri Aktor Rencana Makar

Sumber Gambar: Suara.com

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top