Connect with us

Fiksi

Semakin Memburuk Kesehatan, Semakin Semangat Menyempurnakan Situs

Published

on

Memang kelihatan tidak nalar sama sekali. Jelas kesehatan semakin memburuk, kok malah semakin getol menyempurnakan situs. Itu khan sama saja dengan mempercepat kematian.

Saya memiliki logika sendiri yang berbeda dan nyaris bertolak belakang dengan dengan logika mainstream. Alasannya, saya ini bukan orang kaya dan juga bukan pegawai negeri yang akan mendapatkan pensiun yang memadai jika kelak harus menghadap ke Sang Maha Tunggal. Saya tidak mau anak-anak dan istri saya kleleran dan terbengkalai masa depannya, jika saya tinggal kelak.


Sebagai kepala keluarga, saya merasa wajib memberikan jaminan yang terbaik bagi masa depan anak-anak saya. Iya, saya pun yakin jika nasib dan masa depan mereka Allah yang menentukan, namun usaha saya sebagai kepala keluarga harus tetap maksimal.

Tanggungjawab untuk menata masa depan anak-anak saya tidak bisa hanya disandarkan pada ibunya yang praktis tidak punya pekerjaan tetap di kelak kemudian hari. Saya sebagai kepala keluarga harus bertanggungjawab sepenuhnya kepada mereka, walaupun disaat saya harus meninggalkan mereka sekalipun.

Memang, namanya masa depan itu tidak hanya ditopang oleh harta. Namun, tanpa bekal harta yang memadai, maka nyaris mustahil mereka mampu menapaki hari depan mereka dengan baik. Di jaman yang serba berbiaya mahal seperti ini, saya tidak mungkin tega meninggalkan mereka begitu saja tanpa memiliki bekal halal yang memadai. Minimal bekal mereka untuk bertahan hidup harus tersedia.

Situs-situs saya ini, jejaring.net dll sedikitnya mampu menghasilkan uang yang lumayan jika dikelola dengan baik oleh anak-anak saya. Tidak mendapatkan uang yang berlebih, namun Insya Allah halal dan cukup jika mereka mampu mengelolanya dengan baik, tulus, ikhlas, bekerja keras, memiliki motivasi dan visi pengembangan yang baik. Disamping itu, algoritma dan koding yang saya kembangkan Insya Allah juga akan bermanfaat bagi pengembangan situs kampus, termasuk sistem berbasis web milik kampus.

Saya bukan melakukan misi mempercepat kematian apalagi bunuh diri. Jelas itupun saya sangat tidak setuju karena “Haram” hukumnya menurut keyakinan Saya.

Saya melakukan ini karena hanya inilah ikhtiar satu-satunya yang paling mungkin bisa saya lakukan untuk menjamin kelangsungan hidup anak dan istri saya kelak jika harus saya tinggalkan. Saya ingin memanfaatkan sisa-sisa energi saya untuk masa depan mereka kelak. Bahkan alasan lainnya dibalik itu, sebenarnya juga sangat ingin memberikan tinggalan yang baik dan bermanfaat bagi kampus tercinta.

Nasib, kesehatan, atau bahkan kematian ada di tangan Mu, Ya Sang Maha Besar dalam segala hal. Ya Sang Khalik, hanya inilah ikhtiar terbaik yang bisa saya lakukan menurut saya, untuk menjaga amanah yang Kau berikan kepada hamba dalam mengelola keluarga sembari mengabdi pada kampus tercinta. Ya Sang Penguasa Hati, Engkau Maha Tahu apa yang ada dalam isi hati hamba, niatan saya, bahkan semua alasan yang mendasari tindakan hamba akhir-akhir ini. Ya Sang Maha Mungkin dari segala ketidakmungkinan di alam semesta, hamba memohon Ridho Mu ya Allah.

Continue Reading
Advertisement
Comments

Fiksi

Subuh Ini Miauw Salah Satu Kucing Kesayangan, Juga Ikut Mati Sebagaimana Po Induknya

Published

on

By

Miauw salah satu kucing kesayangan juga mati subuh tadi
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Miauw atau kalau saya sering memanggilnya Kuntet Njekluthet, salah satu kucing kesayangan ikut mati sebagaimana Po si Anggora Putih yang cantik dan anggun yang mati beberapa hari yang lalu. Keduanya mati tepat menjelang waktu sholat subuh.

Nama Miauw adalah nama yang diberikan oleh Mytha, sementara saya memanggilnya Kuntet Njlekuthet karena waktu dia masih kecil sering meloloskan diri dari kandang induknya dan nimbrung tiba-tiba ketika kami sedang ngobrol di ruang keluarga. Saya sebut Kuntet karena tubuhnya yang paling kecil diantara saudaranya.


Miauw wajahnya lucu, matanya sayu, dan kalau sedang diajak bercanda oleh Satya si bungsu, aktif dan lucunya luar biasa. Miauw adalah kucing termuda dan tubuhnya terkecil diantara semua kucing kesayangan kami.

Selamat jalan Miauw atau Kuntet Njlekuthet. Semoga kamu bisa menemani Po, dan tetap bersama indukmu. Miauw kami sangat kehilangan atas kematianmu subuh tadi.

Continue Reading

Fiksi

Mengenang Po Salah Satu Kucing Kesayangan Keluarga Kami

Published

on

By

Po Salah Satu Kucing Kesayangan Mati Subuh Tadi
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Po adalah salah satu kucing kesayangan keluarga kami. Po sifatnya sangat manja kepada kami sekeluarga. Walaupun terkadang terkesan galak dan garang kepada kucing lainnya, sebenarnya Po memiliki sifat asli yang sangat sayang kepada anak-anaknya.

Po suaranya cenderung lirih nyaris tak terdengar ketika mengeong. Untuk itu, kadang Po memukul-mukul tempat minumnya ketika sedang ingin menarik perhatian kami.


Terkadang hal ini membuat saya lumayan bete, namun ketika menatap wajah cantiknya yang polos, ke-bete-an saya luruh seketika. Paling saya hanya ngomel-ngomel sembari menurunkan tempat minumnya dari kandang.

Po sakit dan mulai tidak mau makan sejak kemarin. Hari ini sebenarnya kami rencanakan untuk dibawa ke dokter hewan, namun sayangnya subuh tadi Po tidak tertolong lagi.

Sejak siang kemarin, Po dipisahkan ke kandang sendiri dan dihangatkan menggunakan lampu. Malam harinya dimasukkan ke ruang keluarga dan sudah dicoba di suapi makanan dan minuman oleh Mytha dengan menggunakan pipet kecil.

Semalam Mytha pun tidur di samping kandang Po untuk mengawasi perkembangan kondisi kesehatan Po. Nampaknya Po lebih memilih lebih cepat meninggalkan kami sekeluarga, sebelum kami upayakan untuk penanganan kesehatannya yang lebih representatif ke dokter hewan siang ini.

Saya kaget ketika mau mengambil air wudhu untuk subuhan, mendengar suara Po yang merintih agak keras dan mendengar isak tangis Mytha. Ternyata itu adalah suara Po yang terakhir kalinya dan sekaligus tarikan nafas terakhir Po.

Wudhu saya tunda sekejab untuk menengok kondisi Po. Ternyata Po nampak kejang,  ada dipelukan Mytha dengan diselimuti handuk kecil, dan Mytha pun nampak terisak-isak tidak dapat menahan haru.

Saya tanpa sadar pun menitikkan air mata. Segera saya bergegas mengambil air wudhu untuk subuhan sembari menyembunyikan bahwa sayapun ikut menangisi kepergian Po kucing kesayangan kami sekeluarga. Tanpa sadar, saat sholat subuh tadi air mata saya pun mengalir lagi. Untung saya subuhan di dalam kamar sehingga nggak ada yang tahu.

Selamat jalan Po, si Anggora putih nan anggun dan cantik. Po, kamu adalah salah satu kucing kesayangan kami sekeluarga dan sudah menjadi bagian dari keluarga kami.

Continue Reading

Fiksi

Mencoba Menikmati Hidup dan Menurunkan Rekening Dosa Sampai Saat-Saat Terakhir

Published

on

By

Mencoba Menikmati Hidup dan Menurunkan Rekening Dosa Sampai Saat-Saat Terakhir
Sumber Gambar: Youtube.com

Saat ini, saya berusaha untuk menikmati hidup dan menurunkan rekening dosa sampai saat-saat terakhir. Masalah kapan saat terakhir tersebut tiba, hanya Allah yang tahu.

Dengan kondisi kesehatan yang mudah berantakan dan karir serta impian yang nyaris tenggelam secara keseluruhan, saya berusaha mengoptimalkan kesempatan yang diberikan oleh Nya untuk hal-hal yang menyenangkan bagi saya. Selain itu, saya berusaha untuk selalu curhat sekaligus memohon ampunan kepada Nya agar setidaknya beban rekening dosa saya dikurangi.


Impian apapun tentang dunia, saya berusaha keras untuk mengabaikan secara keseluruhan. Saya mencoba untuk mengalir mengikuti arus dimana Dia mengarahkan saya harus kemana dan bermuara dimana.

Sisa hidup ini akan saya nikmati sampai saatnya nanti tiba. Hobi mancing mulai saya aktifkan lagi. Kalau tidak bisa di Laut, Sungai ataupun Danau (Wild Fishing), dikolam harian pun sangat saya syukuri.

Continue Reading

Trending