Wahabisme: Akar Radikalisme Islam? | Jejaring
5 stars 394 Votes Radikalisme, dalam berbagai bentuk, telah membuat terobosan signifikan di beberapa negara. Dikenal sebagai fundamentalisme atau "Wahhabisme," itu merupakan tantangan langsung...
Wahabisme: Akar Radikalisme Islam?Radikalisme, dalam berbagai bentuk, telah membuat terobosan signifikan di beberapa negara. Dikenal sebagai fundamentalisme atau "Wahhabisme," itu merupakan tantangan langsung...thumbnail text
Alam & Budaya

Wahabisme: Akar Radikalisme Islam?

Radikalisme, dalam berbagai bentuk, telah membuat terobosan signifikan di beberapa negara. Dikenal sebagai fundamentalisme atau “Wahhabisme,” itu merupakan tantangan langsung terhadap visi ideal sebuah negara bangsa. Selain itu, nama ideologi yang lebih luas “Wahhabisme” merupakan tantangan serius bagi teologi dan praktek mainstream Islam Sunni yang sebagian besar dianut. Harus pemahaman ini radikal Islam terus menyebar tak terkendali, interpretasi radikal bisa mengancam stabilitas sosial di tingkat lokal, nasional, dan regional dan menciptakan bahaya geopolitik serius.

Hari ini, di seluruh dunia, telah terjadi gelombang gerakan radikal, yang kerap berubah militan, yang sumber inspirasi nya dapat ditelusuri terkait erat dengan  gerakan Wahhabi. Apa gerakan ini dan bagaimana itu menyebar ke seluruh dunia Muslim, dan sekarang dunia Barat? Apa perbedaan ideologi dengan Islam tradisional dan bagaimana perbedaan ini mempengaruhi dan mendukung gerakan radikal modern? Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi kekuatan gerakan-gerakan ini di negara-negara yang rentan seperti di Asia Tengah dan Kaukasus?

Islam tradisional memandang agama sebagai pakta antara manusia dan Tuhan, dan oleh karena itu domain laku spiritualitasnya. Dalam keyakinan ini, tidak ada paksaan yang digunakan dalam agama. Dari zaman Nabi Muhammad, sudah terdapat perdamaian dan toleransi yang dipraktekkan antara kelompok-kelompok agama yang berbeda, sehubungan dengan perbedaan keyakinan. Bertentangan dengan ini, “Wahhabi” ideologi dibangun pada konsep penegakan politik keyakinan agama, sehingga memungkinkan tidak ada perbedaan dalam iman apapun. Dalam “Wahhabi” keyakinan, iman belum tentu pilihan; kadang-kadang diamanatkan secara paksa.

 

 

Halaman: 1 2 3 4

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top