Connect with us

Pasca erupsi 2010, Kabupaten Sleman yang terletak di sisi selatan Gunung Merapi, DI Yogyakarta, menjadi destinasi wisata yang populer oleh Volcano Tour.

Pengunjung bisa menikmati sisa-sisa keperkasaan awan panas dengan menyewa mobil Jeep atau motor trail. Saat liburan ke kawasan tersebut, ada satu warung kopi yang tak boleh dilewatkan. Kopi Merapi, begitu namanya, terletak di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman.


Di warung ini pengunjung dapat menikmati seduhan biji kopi yang ditanam langsung di tanah vulkanik lereng Gunung Merapi, baik jenis arabika maupun robusta.

Di sekitar Kopi Merapi, masih terdapat bekas material vulkanik pasca erupsi tahun 2010. Bebatuan besar tersebar di sekitar warung. Sembari menikmati kopi, pengunjung dapat melihat langsung panorama Gunung Merapi. Bangunan warung yang terbuat dari kayu menambah sensasi suasana pedesaan ala kaki Merapi.

Tak sekedar menanam, memanen, dan mengolahnya menjadi kopi siap seduh. Para petani kopi Merapi di lereng Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, juga mencoba meraciknya dengan berbagai varian rasa dan cara. Kopi Merapi kini dapat dinikmati dengan tiga pilihan: kopi honey, kopi luwak, hingga kopi wine.

Kopi honey atau kopi madu memiliki rasa manis dan ini menjadi cirri khas kopi Merapi. Sebab rasa manis itu diperoleh justru setelah biji kopi yang merah diolah tanpa ada perlakuan tambahan apa pun. Artinya, pengolahan biji kopi mulai dari dipetik, dijemur, disangrai, digiling dilakukan tanpa mendapat tambahan materi atau teknik apapun.

Sumber: Metal Cangkir, Tempo.co

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.