Connect with us

Peristiwa & Opini

Pulau Seram, Endemik Burung Kakatua Terbaik di dunia

mm

Published

on

Pulau Seram, Endemik Burung Kakatua Terbaik di duniaBerdasarkan catatan Birdlife International, Pulau Seram yang berada di Provinsi Maluku merupakan pulau yang memiliki burung endemik terbanyak di Indonesia....

Berdasarkan catatan Birdlife International, Pulau Seram yang berada di Provinsi Maluku merupakan pulau yang memiliki burung endemik terbanyak di Indonesia.

Birdlife international bahkan menyebut Seram dan pulau-pulau kecil yang di sekitarnya sebagai Endemic Bird Area (EBA) dan memasukkan Pulau Seram sebagai Important Bird Areas (IBAs).


Interior Seram adalah pegunungan, dengan beberapa rentang ketinggian mencapai lebih dari 1.000 meter. Titik tertinggi terdapat di Gunung Binaiya, bagian dari bukit tengah Merkele yang ketinggiannya mencapai 3.027 meter.

Adapun pulau-pulau di sekitarnya, yang lebih kecil dari EBA, juga berbukit, tetapi hanya Ambon yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 m.

Pulau Seram secara ekologis memiliki 7 tipe vegetasi yang berturut-turut dari pesisir pantai hingga puncak Gunung Binaiya. Vegetasi tersebut sangat diperlukan dan menjadi habitat bagi burung-burung di dalamnya.

Sampai saat ini, kondisi hutan di Pulau Seram masih baik, meski daerah dataran rendah menjadi konsentrasi permukiman penduduk, khususnya di sepanjang pantai dan wilayah barat.

Saat ini yang menjadi ancaman terhadap EBA adalah ekstraksi kayu, pengeboran minyak, dan perburuan liar burung-burung langka terutama burung paruh bengkok seperti kakaktua seram atau kakatua maluku (Cacatua moluccensis), nuri raja (Alisterus amboinensis), dan nuri kepala hitam (Lorius domicella).

Menurut UU Nomer 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistemnya, perdagangan satwa dilindungi seperti kakatua seram, adalah perbuatan yang dilarang dan bagi pelanggarnya dapat dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Sumber: omkicau.com, Netmediatama

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement