Berita

Trump Mengenakan Sanksi Ekonomi Terhadap Semua Anggota ICC

Published

on

Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif yang mengesahkan sanksi terhadap semua anggota Pengadilan Kriminal Internasional – International Criminal Court (ICC) yang terlibat dalam penyelidikan tentara Amerika yang melakukan kejahatan perang di Afghanistan.

Dalam mengumumkan tindakan itu, pejabat administrasi Trump mengatakan pengadilan yang bermarkas di Den Haag itu mengancam akan melanggar kedaulatan nasional Amerika Serikat dan menuduh Rusia memanipulasi untuk melayani tujuan Moskow.

“Kami tidak bisa, kami tidak akan tahan karena rakyat kami diancam oleh pengadilan kanguru,” kata Sekretaris Negara Mike Pompeo dalam mengumumkan langkah itu.

“Aku punya pesan untuk banyak sekutu dekat di dunia. Orang-orangmu bisa menjadi yang berikutnya, terutama dari negara-negara NATO yang memerangi terorisme di Afghanistan bersama kita.”

Sanksi yang dapat dikenakan berdasarkan perintah termasuk membekukan aset mereka di Amerika Serikat​ bagi mereka yang membantu ICC menyelidiki atau menuntut warga negara Amerika tanpa persetujuan Amerika Serikat​, serta melarang mereka dan keluarga mereka untuk mengunjungi Amerika Serikat.

Baik Pompeo maupun pejabat tinggi yang hadir pada pengumuman tersebut diantaranya Menteri Pertahanan Mark Esper, Penasihat Keamanan Nasional Robert O’Brien dan Jaksa Agung William Barr  menyatakan mendukung sanksi tersebut.

Jaksa penuntut ICC, Fatou Bensouda ingin menyelidiki kemungkinan kejahatan yang dilakukan antara tahun 2003 dan 2014, termasuk dugaan pembunuhan massal warga sipil oleh Taliban, serta dugaan penyiksaan tahanan oleh otoritas Afghanistan dan, pada tingkat lebih rendah, oleh pasukan Amerika Serikat​ dan CIA.

Prev1 of 3

Advertisement

Seberapa menarik informasi ini?

Rerata rating / 5. Jumlah vote: