Berita

Konflik AS – Cina Ditakutkan Akan Segera Memicu Perang Dunia Ketiga

Published

Konflik AS – Cina Ditakutkan Akan Segera Memicu Perang Dunia KetigaMeningkatnya kehadiran pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut dipandang sebagai ancaman langsung oleh China yang mengklaim wilayah luas Laut Cina...
Sumber Video

Meningkatnya kehadiran pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut dipandang sebagai ancaman langsung oleh China yang mengklaim wilayah luas Laut Cina Selatan yang kaya energi.

Awal bulan ini, Jaringan Televisi Global China melaporkan kota Sansha di Cina telah menetapkan kendali atas Kepulauan Paracel dan pulau-pulau Spratly. Dua kepulauan ini adalah kepulauan yang disengketakan banyak negara di Laut Cina Selatan.

Cina juga telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan tersebut.

Tiongkok menyatakan berdaulat atas wilayah dipersengketakan oleh klaim dari negara tetangga, Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Dalam sebuah pernyataan di situs web Tentara Pembebasan Rakyat, militer China menuduh Amerika Serikat​ menjelajah ke perairan yang diduduki sepihak oleh China.

Militer Cina menuduh Amerika Serikat​ melakukan “tindakan provokatif” yang “secara serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan serta kepentingan keamanan China.”

Komandan Angkatan Laut Amerika Serikat​ Reann Mommsen membantah klaim itu dan memperingatkan stabilitas kawasan itu di bawah ancaman.

Mommsen mengatakan; “klaim maritim yang melanggar hukum dan menyapu seluruh Laut Cina Selatan merupakan ancaman serius bagi kebebasan wilayah laut”.

“Termasuk kebebasan navigasi dan penerbangan berlebih dan hak lintas yang tidak bersalah dari semua kapal.”

Laut Cina Selatan juga merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Sebuah laporan Departemen Pertahanan Amerika Serikat​ 2015 menemukan bukti adanya lalu lintas barang senilai sekitar $ 5,3 trilyun (£ 4 juta) dikirim melalui wilayah laut tersebut setiap tahun.

Di bawah hukum internasional, seharusnya sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan berada di bawah kedaulatan Vietnam.

Namun, Beijing tidak setuju dan mengatakan bahwa seluruh jalur laut dari mulai bibir pantai sebelah tenggara daratan China hingga pantai Filipina, Malaysia dan Taiwan adalah milik Cina. Klaim sepihak yang ditolak oleh pengadilan arbitrase internasional pada tahun 2016.

Sumber: express.co.uk​. cnn.com

Advertisement