Berita

Sedikitnya 2 Orang Tewas Setelah Tentara Turki Bentrok Dengan Pendemo di Idlib

Published

Sedikitnya 2 Orang Tewas Setelah Tentara Turki Bentrok Dengan Pendemo di IdlibSedikitnya dua orang pendemo ditembak mati pada hari Minggu pagi, ketika pasukan Turki berusaha membubarkan demonstrasi di jalan raya M4...

Sedikitnya dua orang pendemo ditembak mati pada hari Minggu pagi, ketika pasukan Turki berusaha membubarkan demonstrasi di jalan raya M4 yang strategis di provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak Suriah.

Di bawah perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada Maret antara Turki, yang mendukung pemberontak Suriah, dengan Rusia, yang mendukung rezim Assad, kendaraan militer Rusia dapat berpatroli di jalan raya M4 strategis yang menghubungkan kota Aleppo dan Latakia. Namun, pengunjuk rasa telah berdemo dengan mendirikan kemah di M4 sejak 4 Maret untuk mencegah militer Rusia lewat.

Mustafa Mohammed, seorang aktivis media Suriah, mengatakan kepada layanan berbahasa Arab New Arab bahwa kendaraan lapis baja Turki mendekati sebuah kamp pendemo di dekat kota Nairab di provinsi Idlib dan menghancurkan barikade yang didirikan oleh para pendemo, yang mencoba menghalangi jalan mereka.

Pasukan Turki kemudian melemparkan granat gas air mata ke para demonstran, kemudian menggunakan tembakan peluru tajam yang menewaskan serdikitnya dua pengunjuk rasa dan melukai beberapa lainnya. Para pendemo membalas dengan melemparkan batu dan botol kaca ke tentara Turki.

Turki telah mencoba beberapa kali untuk mengusir kamp protes di jalan raya M4. Beberapa aktivis Suriah mengatakan bahwa para pendemo berafiliasi dengan kelompok garis keras Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan memproklamirkan diri sebagai ‘Pemerintah Keselamatan Nasional’.

Para pendemo telah mengizinkan patroli militer Turki untuk melewati jalan raya jika mereka tidak disertai dengan kendaraan Rusia. Kendaraan Rusia sejauh ini hanya mampu berpatroli di sebagian kecil jalan antara Nairab dan Saraqeb.

Banyak kelompok oposisi politik dan militer Suriah menentang demo tersebut.  Mereka beralasan bahwa demo tersebut dapat memberi Rusia dan rezim alasan untuk melanggar perjanjian gencatan senjata Rusia-Turki.

Sumber: english.alaraby.co.uk​

Advertisement