Opini

HTS Pun Gerah Atas Membanjirnya Kekuatan Militer Turki di Idlib

Published

HTS Pun Gerah Atas Membanjirnya Kekuatan Militer Turki di Idlib​ Keterlibatan Turki Semakin Dalam di Idlib Governorat Idlib barat laut Suriah adalah benteng besar terakhir dari oposisi Suriah. Kantong...
Sumber Video

Keterlibatan Turki Semakin Dalam di Idlib

Governorat Idlib barat laut Suriah adalah benteng besar terakhir dari oposisi Suriah. Kantong wilayah yang dikuasai pemberontak ini adalah rumah bagi hampir 3 juta orang. Sebagian besar warga sipil (hampir 2 juta) orang yang mengungsi dari tempat lain karena pemerintah Suriah telah merebut kembali lebih banyak wilayah. Idlib juga merupakan konsentrasi besar terakhir militan jihadis Suriah.

Turki sebenarnya berniat mencegah runtuhnya Idlib yang dikontrol oposisi, yang dapat mendorong gelombang besar pengungsi baru. Masalah baru bagi turki akan muncul jika Idlib jatuh. Pengungsi itu akan bercampur-baur dengan militan Idlib ketika melintasi perbatasannya. Untuk itu, pihaknya telah melakukan serangkaian perjanjian dengan sekutu pemerintah Suriah Rusia dan Iran untuk mencegah serangan terhadap kantong pemberontak itu.

Turki, Rusia, dan Iran pertama kali sepakat untuk menunjuk Idlib sebagai “zona de-eskalasi” pada Mei 2017 di ibukota Kazakhstan, Astana. Kemudian, pada bulan September 2017, ketiga penjamin mengumumkan mereka akan menempatkan pasukan pengamat di sepanjang tepi zona Idlib untuk mencegah permusuhan baru dan memantau pelanggaran gencatan senjata.

Turki mengerahkan pasukan Turki dan Suriah di sepanjang perbatasannya dengan Idlib pada Oktober 2017. Ketika HTS melakukan hal yang sama di sisi lain, sebuah konfrontasi tampaknya akan segera terjadi. Selain ketentuan lain kesepakatan Astana, perjanjian itu juga telah berkomitmen tiga penandatangan untuk memerangi “Front Nusra” (Jabhat al-Nusra) dan kelompok-kelompok teroris lain yang disebutkan oleh PBB. HTS adalah iterasi terbaru Jabhat al-Nusra, yang merupakan afiliasi Al-Qaeda Suriah sebelum berpisah dengan organisasi transnasional pada tahun 2017.

Namun, pada akhirnya, pasukan Turki memasuki Suriah pada 8 Oktober dalam koordinasi yang jelas dengan HTS. Turki kemudian mendirikan tiga pos pengamatan di sepanjang tepi utara zona Idlib yang dikontrol HTS.

2 of 12

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Advertisement