Khazanah

Hati-Hati, Beribadah Pun Bisa Terjebak Menjadi Sombong

Published

Hati-Hati, Beribadah Pun Bisa Terjebak Menjadi SombongSombong itu merasa paling wah atau hebat ketimbang yang lain. Sombong bisa berasal dari kelebihan apapun yang kita miliki. Dalam...
Sumber Video

Sombong itu merasa paling wah atau hebat ketimbang yang lain. Sombong bisa berasal dari kelebihan apapun yang kita miliki. Dalam beribadah pun kita bisa terjebak menjadi sombong.

Merasa diri paling hebat atau sempurna ibadahnya, paling dahsyat imannya, bahkan paling Islami ketimbang yang lain pun bisa dikategorikan sombong. Merasa diri kita menjadi pemilik kapling surga pun termasuk salah satu sikap yang sombong. Padahal, belum tentu ibadah kita tersebut itu diterima oleh Allah SWT.

Ada sebagian kita yang dengan sombong dengan cara seperti sholat jama’ah di jalanan. Padahal, masjid-masjid terdekat tersedia dengan luas dan nyaman.

Akhir-akhir ini, ada salah satu sikap sombong dengan merasa paling Islam ketimbang orang lain. Sudah jelas ada larangan berkumpul termasuk kegiatan berjama’ah apapun karena wabah Covid-19. Masih ada yang bandel bahkan teriak-teriak dan marah-marah di dalam masjid.

Menolak nasihat orang lain yang lebih berwenang, lebih tahu dan lebih mumpuni juga termasuk salah satu sifat sombong. Pemerintah, MUI, PBNU, PP Muhammadiyah, Mufti-Mufti al-Azhar Mesir, Mufti-Mufti Saudi telah menganjurkan untuk beribadah di rumah, namun banyak diantaranya yang membandel karena merasa iman dan ilmunya lebih hebat dari mereka.

Padahal, Allah SWT sudah memperingatkan kita dengan tegas dan keras dalam QS. Luqman​ ayat 18. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”​

Sumber: dalamislam.com​, Channel Khazanah​

Advertisement