Connect With Us

News

Lockdown India – Kami Akan Mati Kelaparan di Sini

mm

Published

Lockdown India – Kami Akan Mati Kelaparan di SiniLockdown India Menyengsarakan Kaum Miskin Dalam kelompok-kelompok kecil dan kerumunan besar, melalui jalur-jalur kota dan menyusuri jalan raya antar negara...
Sumber Video

Lockdown India Menyengsarakan Kaum Miskin

Dalam kelompok-kelompok kecil dan kerumunan besar, melalui jalur-jalur kota dan menyusuri jalan raya antar negara bagian. Ratusan ribu warga miskin India perlahan-lahan melakukan perjalanan putus asa dengan berjalan kaki kembali ke desa-desa mereka. Akibat lockdown India enimbulkan sebuah eksodus massal yang belum pernah terlihat sejak hari-hari segera setelah kemerdekaan India pada tahun 1947.

Bagi banyak orang, ini masalah hidup dan mati. Perintah Perdana Menteri Narendra Modi pada Selasa lalu untuk melakukan lockdown nasional selama 21 hari untuk mencegah penyebaran Covid-19. Lockdown ini justru menghancurkan pekerjaan di daerah perkotaan. Hal ini membuat banyak migran pedesaan yang membuat kota terus bergerak dengan penghasilan kurang dari $ 2 sehari. Para buruh kasar yang bekerja dalam bidang buruh konstruksi , tukang, penjual makanan, supir truk dan pembantu rumah tangga. Ketika lockdown nasional diberlakukan, semua pekerjaan tiba-tiba lenyap seketika. Mereka hanya bisa bertanya-tanya bagaimana mereka akan membayar sewa atau membeli makanan.

“Kita harus pulang ke desa kita ketimbang kelaparan di sini,” kata Rekha Devi ketika dia berjalan bersama suami dan dua anaknya di jalan raya di luar Delhi. Mereka berjalan sejauh sekitar 370 kilometer (270 mil) jauhnya. Pasangan itu tinggal di lokasi konstruksi tempat mereka bekerja, tetapi pekerjaan itu berhenti tiba-tiba lebih dari seminggu yang lalu.

“Kami belum makan selama dua hari,” kata Devi, mencatat bahwa sedikit uang yang mereka simpan dengan cepat habis. “Kami takut dengan penyakit ini tetapi saya pikir kelaparan akan membunuh kami. Kita akan tetap lapar, tetapi bagaimana kita bisa melihat anak-anak kita kelaparan? ”

Keluarga pada hari Minggu berjalan dengan ratusan orang lainnya menyusuri jalan raya yang biasanya padat oleh kendaraan. Mulut dan hidung mereka ditutupi syal atau masker dari sapu tangan. Mereka menggenggam anak-anak dan barang-barang mereka – tas ransel compang-camping diisi dengan pakaian, ember berisi peralatan masak, selimut dan seprai.

Adegan suram yang terjadi di negara berpenduduk 1,3 miliar ini adalah yang terburuk di seluruh dunia sejak krisis akibat Covid-19. Di India, migrasi massal ini mirip migrasi yang dipicu oleh kerusuhan agama yang mematikan pada tahun 1947. Namun, masa ini sebagian besar adalah antara orang-orang di India berduit sehingga dampaknya tidak semengerikan saat ini.

Prev1 of 4

Advertisement
Comments