Opini

Menebak Cara Erdogan Menyelamatkan Muka di Suriah

Published

Menebak Cara Erdogan Menyelamatkan Muka di SuriahMenebak Cara Erdogan Menyelamatkan Muka di Suriah Saat ini, Presiden Suriah Bashar al-Assad merangsek maju dengan serangan militer tanpa henti...
Sumber Video

Menebak Cara Erdogan Menyelamatkan Muka di Suriah

Saat ini, Presiden Suriah Bashar al-Assad merangsek maju dengan serangan militer tanpa henti Ke Idlib. Sebaliknya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sedang berjuang keras untuk mempertahankan benteng terakhir pemberontak dan jihadis di Idlib.

Erdogan, yang berpihak pada pemberontak dan jihadis yang menentang Assad, tidak hanya menghadapi desakan militer yang sengit oleh pasukan Suriah. Dia juga harus menyaksikan sejumlah besar pengungsi terlantar yang melarikan diri ke perbatasan Turki sementara sekutu Rusia yang dulu, Vladimir Putin, tampaknyatidak akan mendukungnya lagi.

Bulan ini, sebanyak 17 tentara Turki telah terbunuh oleh pasukan rezim Suriah di provinsi barat laut Idlib dan beberapa pos pengamatan militer Turki.  Pos pengamatan yang menurut Ankara aman di bawah kesepakatan dengan Rusia, sekutu penting Damaskus, akhirnya dikepung di daerah yang direbut kembali oleh rezim.

Putus asa untuk mencegah kemenangan Assad yang bagi Erdogan adalah musuh terbesar, dan gelombang baru pengungsi yang berkerumun ke gerbang perbatasan Turki, Erdogan telah mengancam operasi militer terhadap militer Suriah, kecuali mereka menarik kembali dari smeua daerah yang direbutnya dari tangan pemberontak dan jihadis, kembali sebagaimana pada akhir Februari.

Tetapi pada saat hubungan yang tegang dengan Putin karena ketidaksepakatan tentang Suriah, serangan militer terhadap milter Suriah akan berisiko konfrontasi langsung dengan Moskow.

Erdogan dan Putin sebagai aktor internasional utama dalam konflik Suriah , telah menandatangani perjanjian di Sochi pada tahun 2018 untuk membangun “zona demiliterisasi” yang memisahkan pasukan rezim dari oposisi bersenjata dan kelompok-kelompok jihadis di provinsi Idlib.

Namun kesepakatan telah berantakan dalam beberapa pekan terakhir karena Ankara dan Moskow saling menyalahkan atas kegagalan masing-masing.

Prev1 of 3

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Advertisement