Berita

BBC News – Melacak Jejak Pendukung ISIS Asal Indonesia Pasca Keruntuhan Kekhalifahannya

Published

on

Sumber Video

Yang disebut sebagai ISIS mungkin tidak lagi mengendalikan teritori di Suriah atau Irak tetapi bebrapa anggota kelompok tersebut berhasil selamat dan sekarang mulai melakukan serangan berdarahnya sekali lagi di seluruh dunia. Quentin Sommerville telah melakukan pelacakan para pejuang ISIS setelah jatuhnya kekhalifahan.

Butuh bertahun-tahun pertempuran dan upaya internasional untuk mengalahkan kelompok ISIS. Kekhalifahan dan pemimpin ISIS sekarang telah dimusnahkan.

Namun, ISIS adalah jenis kelompok teror yang berbeda. Para pejuangnya tidak bepergian sendirian, tetapi membawa seluruh keluarga besar bersama mereka.

Banyak yang selamat tetapi sedikit negara telah membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan dengan 70.000 eks ISIS ini. Sekitar 10.000 anak ada di antara mereka yang melakukan perjalanan ke Suriah untuk mendukung ISIS dan masih tertahan di sana.

BBC bertemu salah satunya yaitu, Nada Fedulla yang dibawa ke Suriah oleh ayahnya tetapi sekarang tidak tahu apakah dia akan bisa pulang ke Indonesia atau tidak.

Dan BBC berhasil mengikuti jejak pasangan Indonesia yang menghabiskan waktu tiga tahun, di empat negara, untuk mencari kesyahidan (menjadi pembom bunuh diri) demi ISIS.

Sempat masuk program deradikalisasi, pasangan suami-istri itu kemudian bergerak ke Malaysia, di mana mereka kembali berhubungan dengan ISIS. Dari situ mereka lalu berpindah ke Filipina dan menjadi martir di Sulu, Mindanao.

Di sisi lain, Sri Musfiah, konselor program deradikalisasi di Indonesia yang pernah bertemu dengan pasangan suami-istri tersebut, menyatakan tidak ada jaminan mantan kombatan yang sudah mengikuti program deradikalisasi bisa sepenuhnya bersih.

“Kami cukup kaget saat mendengar informasi mereka jadi pengebom bunuh diri, karena semasa di pusat rehabilitasi mereka adalah yang paling kooperatif,” kata Sri kepada koresponden Timur Tengah BBC Quentin Sommerville.

Sementara itu, mantan ekstremis Sofyan Tsauri yang juga ditemui oleh Quentin mengatakan, setelah tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi dan runtuhnya kekhalifahan, para kombatan ISIS yang sebelumnya terpusat di Timur Tengah, kini bergerak ke Asia.

“Di Asia Tenggara, tempat yang menjadi favorit kalangan jihadis adalah Filipina dan kini mereka juga sedang membuka jalur ke Afghanistan di Khorasan,” sebut Sofyan Tsauri.

Sumber: bbc.com