Connect With Us

News

Balas Dendam – Iran Sudah Mengibarkan Bendera Merah di Kubah Masjid Jamkaran

mm

Published

Balas Dendam – Iran Sudah Mengibarkan Bendera Merah di Kubah Masjid JamkaranBendera merah telah dikibarkan selama upacara untuk menghormati mendiang Jenderal Qassem Soleimani. Mereka menyatakan siap berperang dengan Amerika Serikat. Televisi...
Sumber Gambar: metro.co.uk

Bendera merah telah dikibarkan selama upacara untuk menghormati mendiang Jenderal Qassem Soleimani. Mereka menyatakan siap berperang dengan Amerika Serikat.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan gambar itu dari sebuah masjid di kota suci Syiah Qom, yang memperlihatkan bendera merah yang berkibar di atas kubah masjid Jamkaran.

Masjid Jamarkaran adalah salah satu situs paling suci dalam Islam Syiah dan salah satu masjid yang dikaitkan dengan kemunculan Imam Mahdi, yang juga dikenal sebagai Imam ke-12. Banyak Muslim percaya bahwa Imam Mahdi sebenarnya hidup tetapi bersembunyi dan akan muncul untuk memerintah dunia sesaat sebelum Hari Kiamat.

Bendera merah dalam tradisi Syiah melambangkan darah yang ditumpahkan secara tidak adil dan berfungsi sebagai panggilan untuk membalas seseorang pemimpin umat yang terbunuh oleh musuh secara tidak adil.

Bendera yang digunakan selama upacara adalah yang disebut bendera besar bertuliskan ‘Ya la-Tharat al-Husayn‘, yang berasal dari akhir abad ke-7. Ini pertama kali dikibarkan setelah Pertempuran Karbala dalam seruan untuk membalas kematian Imam Husain bin Ali, yang menjadi salah satu peristiwa penting yang menyebabkan perpecahan Syiah dan Islam Sunni. Dilaporkan bahwa bendera merah tidak pernah dibentangkan di atas Jamkaran, sebuah situs suci utama sejak awal Abad Pertengahan, sampai sekarang.

Bendera merah juga terlihat selama acara-acara lain, diadakan di seluruh negara untuk menghormati Jenderal Qassem Soleimani yang terbunuh oleh pesawat tak berawak Amerika Serikat.

Hari ini ribuan pelayat meneriakkan ‘kematian bagi Amerika’ dan ‘Amerika adalah setan besar’ selama prosesi pemakaman untuk Soleimani di Baghdad, Irak.

Komandan tertinggi pasukan elit Quds dan perancang strategi keamanan regional Iran tewas dalam serangan udara pada Jumat pagi diperintahkan secara langsung oleh Donald Trump.

Trump mengatakan bahwa Soleimani merencanakan serangkaian serangan yang akan membahayakan pasukan dan diplomat Amerika di Timur Tengah.

Soleimani juga disalahkan atas serangan terhadap pasukan Amerika Serikat dan sekutu Amerika yang akan kembali melakukan invasi ke Irak pada tahun 2003.

Pasukan Quds memiliki proksi militer di banyak tempat seperti Irak, Lebanon, Afghanistan,Yaman dan banyak tempat lainnya. Para ahli mengatakan, gabungan dari proksi militer mereka bertanggung jawab atas keberhasilan dan upaya aksi teror di seluruh kawasan.

Di sisi lain, Soleimani salah satu komandan tempur yang juga melakukan perlawanan bersenjata terhadap ISIS, yang brhasil dikalahkan tahun lalu.

Serangan udara di bandara utama Baghdad telah menyebabkan ketegangan di wilayah yang bergejolak semakin meruncing dan ada kekhawatiran perang habis-habisan.

Hari ini saat pemakaman berlangsung, papan reklame muncul di jalan-jalan utama di Iran yang memperlihatkan Soleimani dan membawa peringatan dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei bahwa ‘pembalasan dendam’ menunggu Amerika Serikat.

Tadi malam, Trump bergegas mengirim 3.000 tentara ke Kuwait untuk meningkatkan kehadiran kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Sumber: metro.co.uk, rt.com