Connect With Us

Opini

Sama-sama Beragama Islam, Mengapa Ada Beda Perlakuan Kepada Hui dan Uighur

Published

Sama-sama Beragama Islam, Mengapa Ada Beda Perlakuan Kepada Hui dan UighurAda dua kelompok etnis Muslim utama di Cina yaitu Hui dan Uighur. Sementara dua komunitas etnis ini memeluk agama yang...
Sumber Video
Pengelolaan dan pengembangan Jejaring Net membutuhkan sumber daya maupun dana yang tidak sedikit. Kami jelas tidak mungkin mampu menanggung semua beban biaya tersebut sendirian. Please, Donate Here.

Ada dua kelompok etnis Muslim utama di Cina yaitu Hui dan Uighur. Sementara dua komunitas etnis ini memeluk agama yang sama, namun posisi mereka masing-masing di dalam masyarakat Tiongkok ternyata sangatlah berbeda.

Etnis Uyghur, mayoritas berbicara dengan menggunakan bahasa Turki yang ditulis dengan aksara Arab, memiliki penampilan yang sangat berbeda dengan etnis mayoritas Han. Populasi mereka sekitar 8 juta sebagian besar tinggal di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, sebuah provinsi besar yang terletak di sepanjang perbatasan beberapa negara Asia Tengah di perbatasan barat laut Cina.

Hui, diperkirakan berjumlah sekitar 11 juta, dapat ditemukan menyebar hampir di seluruh China. Namun, sebagian besar terkonsentrasi di Daerah Otonomi Ningxia Hui. Secara kebiasaan dan budaya, Hui sedikit berbeda dari etnis Han. Bagi sebagian besar etnis Hui, Mandarin adalah sama-sama bahasa ibu mereka, Etnis Hui yang mayorotas Islam jelas mengharamkan babi dan alkohol, sisanya mereka memiliki preferensi makanan yang realtif sama seperti etnis Han.

Perbedaan yang paling mencolok antara kedua kelompok adalah posisi masing-masing dalam kaitannya dengan pemerintah Cina. Berbeda dengan Hui, kaum Uighur dianggap menghadapi diskriminasi oleh negara yang mengkhawatirkan.

Dengan kedok kontraterorisme dan upaya ‘anti-separatisme‘, pemerintah Tiongkok mempertahankan sistem diskriminasi etnis yang meluas terhadap warga Uighur… dan secara tajam mengekang ekspresi agama dan budaya,” sebagaimana laporan Human Rights Watch tahun 2013 tentang Tiongkok.

Human Right Watch juga menyoroti  “kehadiran polisi rahasia di mana-mana,” “sejarah penghilangan paksa” dan “peradilan yang dipolitisasi secara terbuka” sebagai komponen umum dari “atmosfer ketakutan yang sengaja diciptakan untuk kalangan etnis Uighur.”

Sebaliknya etnis Hui menurut laporan Human Right Watch tahun 2014, tidak disebutkan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan oleh pemerintah Cina.

Prev1 of 3

Advertisement
Comments