Berita

Perang Proksi Antara Amerika Serikat – Iran Semakin Dekat

Published

on

Bagi pemerintah Irak, ini adalah mimpi buruk. Perang proksi antara Amerika Serikat dan Iran di sebuah negara yang sat ini sudah dilanda protes, nyaris lumpuh akibat pertikaian politik dan sedang terancam oleh munculnya kembali kelompok teroris ISIS yang mulai menata kembali kekuatannya. Tetapi perang proksi ini telah selangkah lebih dekat karena serangan udara Amerika Serikat hari Minggu lalu terhadap milisi pro-Iran di Irak.

Menurut Al Jazeera, sumber-sumber keamanan dan milisi Irak melaporkan sedikitnya 25 pejuang Kataib Hezbollahtelah tewas dan 55 lainnya cedera dalam serangan udara di Irak yang digambarkan Amerika Serikat sebagai “serangan defensif”.

Setidaknya empat komandan Kataib Hezbollah juga ada di antara merkea yang tewas, kata sumber kemanan tersebut. Aparat keamanan juga menambahkan bahwa salah satu serangan udara telah menghantam markas kelompok yang didukung Iran di dekat distrik al-Qaim barat di perbatasan dengan Suriah.

Sasaran serangan udara Amerika Serikat adalah sebuah kelompok bernama Kataib Hezbollah, salah satu milisi Syiah paling radikal di Irak, yang memiliki hubungan dekat dengan Pengawal Revolusi Iran. Para pejabat Amerika Serikat menganggapnya bertanggung jawab atas meningkatnya serangan roket terhadap fasilitas Amerika Serikat di Irak. Kematian seorang kontraktor Amerika Serikat dalam satu serangan semacam itu pekan lalu adalah kejadian tragis yang terakhir bagi pemerintahan Trump.

Pada hari Senin, Grand Ayatollah Ali al Sistani, ulama Syiah terkemuka Irak, menuntut tindakan dari pemerintah “agar tidak menjadikan Irak sebuah arena untuk menyelesaikan konflik regional dan internasional.”

Kataib Hezbollah secara militan anti-Amerika. Pada tahun 2017 dan 2018, para pejuangnya di Suriah mencoba menyerang garnisun yang didukung Amerika Serikat di al-Tanf di perbatasan Irak. Awal bulan ini mereka juga menyatakan tentang kegagalan “poros kejahatan Saudi-Amerika-Zionis.”

Prev1 of 3