Connect with us

Kolom & Opini

Blunder Besar Amerika Serikat di Timur Tengah Terulang Kembali

Published

Blunder Besar Amerika Serikat di Timur Tengah Terulang KembaliMenurut sebuah laporan yang dirilis pada hari Selasa oleh inspektur jenderal Departemen Pertahanan, penarikan Presiden Trump dari Suriah telah memungkinkan...
Sumber Video

Menurut sebuah laporan yang dirilis pada hari Selasa oleh inspektur jenderal Departemen Pertahanan, penarikan Presiden Trump dari Suriah telah memungkinkan ISIS untuk “menyusun kembali kemampuan dan sumber daya di dalam wilayah Suriah dan memperkuat kemampuannya untuk merencanakan serangan di luar negeri.”


Dengan meninggalkan pejuang Kurdi dan Arab di Suriah yang memimpin perjuangan untuk mengusir ISIS dari “ibukota” yang disebut kekhalifahan, Trump tampaknya mengikuti poros Presiden Barack Obama untuk semakin menjaga jarak dari Timur Tengah, dengan dalih atas keinginan sebagian besar rakyat Amerika Serikat untuk melepaskan diri dari wilayah tersebut karena kemungkinan “perang tanpa akhir di wlayah konflik tersebut.”

Tetapi untuk mengutip ungkapan Trotsky tentang perang, Anda mungkin tidak tertarik pada Timur Tengah, tetapi Timur Tengah tertarik pada Anda. Berjalan menjauh dari wilayah itu memiliki cara untuk memaksa Amerika terlibat kembali. Strategi Amerika Serikat perlu melindungi kepentingan pentingnya, tetapi dengan biaya yang juga akan berkelanjutan. Dengan membuka pintu bagi Turki untuk menguasai Suriah utara, Trump melakukan apa yang  purnawirawan Jenderal Jack Keane sebut sebagai “pengkhianatan” dan “kesalahan strategis.”

Prev1 of 5