Connect with us

Internasional

Tertembak Oleh Temannya Sendiri, Prajurit SAS Tewas di Suriah

mm

Published

on

Tertembak Oleh Temannya Sendiri, Prajurit SAS Tewas di Suriah
Sumber Gambar: ibtimes.co.uk

Seorang prajurit SAS Inggris yang tewas dalam pertempuran dengan ISIS di Suriah tewas kibat ledakan ari bahan peledak yang dibawa oleh asukannya sendir, bukan oleh bom pinggir jalan musuh, seperti yang diklaim sebelumnya.

Sersan Matt Tonroe, 33 tahun, berasal dari Manchester, meninggal tahun lalu bersama prajurit komando Amerika Serikat Sersan Jonathan J Dunbar ketika sedang dalam operasi bersama dengan pasukan khusus Amerika.

Kepala pertahanan Amerika Serikta awalnya menyalahkan kematian mereka pada alat peledak improvisasi (IED) dalam sebuah pernyataan yang dirilis beberapa hari setelah insiden pada Maret 2018. Namun, penyelidikan selanjutnya terhadap ledakan di Manbij, Suriah utara, menyimpulkan bahwa Tonroe terbunuh oleh ledakan bahan peledak yang dibawa oleh salah satu anggota pasukannya sendiri.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, “Sersan Matt Tonroe meninggal karena luka-luka ledakan yang disebabkan oleh bahan peledak pasikan koalisi selama operasi militer.”

“Awalnya dipercaya bahwa Sersan Tonroe terbunuh oleh aksi musuh, namun penyelidikan selanjutnya menyimpulkan bahwa Sersan Tonroe terbunuh oleh ledakan yang tidak sengaja terhadap bahan peledak yang dibawa oleh pasukan koalisi sendiri.”

Tonroe, yang bergabung dengan tentara pada tahun 2004, bertugas di Batalion 3 Resimen Parasut di Colchester setelah menyelesaikan pelatihannya, di mana ia bertugas sebagai bagian dari Peleton Penembak Jitu. Tonroe kemudian melewati seleksi untuk Resimen Pasukan Khusus Inggris. Di Suriah, Tonroe tergabung dalam Seal Team 6, unit yang berhasil membunuh Osama Bin Laden.

Menurut laporan, Tonroe sedang dalam misi untuk menangkap atau membunuh personil ISIS bernilai tinggi ketika ia tewas. Lima orang lainnya terluka dalam ledakan itu.

Tidak diketahui apakah target misi itu berhasil ditangkap atau dibunuh.

Setelah ledakan itu, Tonroe, Dunbar dan lima korban lainnya yang terluka parah dibawa ke kendaraan militer dan dibawa ke pinggiran Manbij, di mana sebuah helikopter menerbangkan mereka ke rumah sakit militer Amerika Serikat di sebuah lokasi rahasia. Kedua tentara dinyatakan tewas pada saat kedatangan.

Sumber: theguardian.com

Advertisement
Comments