Connect with us

Nasional

Mardani Ali Sera – FPI Sigap Membantu Masyarakat

mm

Published

on

Mardani Ali Sera - FPI Sigap Membantu Masyarakat
Sumber Gambar: medcom.id

Jakarta – PKS memberikan pujian terhadap ormas Front Pembela Islam (FPI) yang hingga kini belum kembali mendapatkan SKT dari pemerintah. PKS menyebut FPI selama ini turut membantu masyarakat.

“FPI selama ini sudah menunjukkan karakter organisasi yang sigap membantu masyarakat,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Minggu (28/7/2019).

Mardani lantas mencontohkan kesigapan PKS menolong masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Pandeglang. Karena itu, dia menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan informasi kurang lengkap mengenai FPI. Hal ini menyusul pernyataan Jokowi yang menyebut FPI bisa dilarang jika tak sejalan dengan ideologi bangsa.

“Kecepatannya dalam membantu masyarakat, khususnya yang mendapat bencana seperti Aceh dan Pandeglang. Pak Jokowi mungkin dapat info yang tidak lengkap. Kami yakin, FPI justru menjunjung tinggi Pancasila,” ucapnya.

Karena itu, dia beharap pemerintah serius memproses izin perpanjangan SKT FPI. Diketahui, hingga kini FPI masih mengurus surat izin perpanjang tersebut karena dianggap belum memenuhi syarat.

“Jika sesuai dengan aturan dan lengkap, monggo diproses sebagaimana mestinya,” ujar Mardani.

Presiden Jokowi menyebut FPI bisa saja dilarang jika tidak sejalan dengan ideologi bangsa. FPI mengatakan sudah menduga Jokowi akan menyampaikan pernyataan seperti itu.

Pengurus DPP FPI, Slamet Ma’arif, lantas bicara mengenai islamofobia. Menurut Slamet, FPI selama ini sudah tunduk pada aturan yang berlaku dan kerap membantu pemerintah dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan.

“Ketakutan yang berlebihan dan menunjukkan islamofobia itu, kita dari awal berdiri selalu mengikuti dan patuh pada aturan hukum di Indonesia, bahkan SKT pun kita dapatkan, artinya pemerintah di sebelumnya nggak ada masalah, bahkan bergandeng tangan dalam bencana kemanusiaan. Rezim sekarang sedang menunjukkan siapa dirinya dan siapa kelompoknya. Biarkan rakyat dan umat yang menilai,” ujar Slamet.

Sumber: detik.com

Advertisement
Comments