Connect with us

Internasional

Para Pengantin ISIS Bersumpah Untuk Membalas Dendam

Published

on

Para Pengantin ISIS Bersumpah Untuk Membalas DendamPengantin ISIS di kamp-kamp pengungsi Suriah telah bersumpah untuk membalas dendam karena kecewa dengan serangan yang menyebabkan hancurnya ke kelompok...
Sumber Video

Pengantin ISIS di kamp-kamp pengungsi Suriah telah bersumpah untuk membalas dendam karena kecewa dengan serangan yang menyebabkan hancurnya ke kelompok teror (ISIS) oleh Barat.

Ini membuktikan adanya ketakutan yang ditimbulkan oleh ribuan pengikut yang dicuci otak di kamp-kamp. Salah seorang wanita bercadar (pengantin ISIS) memperingatkan: “Kami akan membalas dendam, akan ada darah sampai ke lutut Anda. Kami terpaksa pergi untuk sementara, tetapi akan ada penaklukan baru di masa depan.”

Wanita itu dikhawatirkan termasuk di antara ribuan pengikut fanatik ISIS yang terpaksa menyerah kepada Syrian Democratic Forces (SDF) yang didukung Amerika Serikat.

Banyak wanita yang meninggalkan pos mengatakan kepada AFP bahwa mereka ingin membesarkan anak-anak mereka sejalan dengan ideologi ISIS, Mail Online melaporkan.

“Kekhalifahan tidak akan berakhir, karena telah tertanam di hati dan otak bayi yang baru lahir dan yang kecil,” kata seorang wanita berusia 60 tahun.

Warga sipil lainnya dilaporkan melemparkan batu ke arah kamera, dengan satu berteriak ke seorang fotografer dan memanggilnya “babi”.

Seorang pria berjanggut dengan luka kaki berkata: “Saya hanya menyerah karena cedera saya. Saya sudah bersama ISIS sejak awal.”

Ancaman mengerikan ini mengakibatkan dua pengantin ISIS lainnya lagi diyakini telah dicopot kewarganegaraan Inggris mereka, saat ditahan di kamp-kamp tahanan Suriah dengan anak-anak mereka.

Shamima Begum tinggal di kamp penahanan di Suriah dimana bayinya meninggal, anak ketiga dari wanita berumur 19 tahun ini meninggal sejak ia melakukan perjalanan ke Suriah pada 2015.

Reema Iqbal, 30, bersama saudara perempuannya, Zara, 28, adalah ibu dari lima anak di antara mereka dan saat ini juga tinggal di sebuah kamp pengungsi.

Sumber-sumber hukum mengatakan dua bersaudara ini juga telah dicabut kewarganegaraan Inggris mereka setelah menikah dengan sel teror yang terkait dengan eksekusi para sandera Barat.

Keputusan untuk menghapus kewarganegaraan Inggris mereka telah memicu kekhawatiran baru tentang nasib anak-anak pengantin ISIS.

Laman: 1 2

Advertisement
Comments