Connect with us
Rusia Menangguhkan Diri Dari Perjanjian Nuklir Jarak MenengahRusia telah mengumumkan penangguhan keikutsertaannya dalam perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces - INF) - satu hari setelah...
mm

Published

on

Rusia telah mengumumkan penangguhan keikutsertaannya dalam perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces – INF) – satu hari setelah Amerika Serikat menyatakan akan menarik diri dari perjanjian INF tersebut, kecuali jika Moskow mematuhi persyaratannya dalam 180 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan langkah tersebut pada hari Sabtu, menurut suber dari situs resmi Kremlin.


Putin mengadakan pertemuan khusus dengan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu menyusul keputusan Jumat oleh Amerika Serikat untuk menangguhkan perjanjian INF, pakta kunci dengan Rusia yang telah menjadi pusat keamanan Eropa sejak Perang Dingin.

“Kami akan melanjutkan sebagai berikut. Kami akan memiliki tanggapan langsung. Amerika telah mengumumkan bahwa mereka menangguhkan partisipasi mereka dalam perjanjian, jadi kami juga menangguhkan perjanjian kami,” kata Putin, menurut situs web.

“Mereka mengumumkan bahwa mereka terlibat dalam pekerjaan penelitian & pengembangan teknologi, dan kami akan melakukan hal yang sama.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pejabat seniornya telah mengisyaratkan selama berbulan-bulan bahwa mereka siap untuk menarik diri dari perjanjian INF, dimana Amerika Serikat menuduh Moskow telah melanggar perjanjian INF sejak 2014. Moskow secara konsisten menolak tuduhan-tuduhan itu.

Sementara Putin menekankan bahwa ia tidak ingin memulai perlombaan senjata baru, Presiden Rusia juga mengumumkan dukungannya terhadap proposal untuk memulai pembangunan rudal nuklir supersonik jarak menengah baru.

Situs web Kremlin juga mengatakan Putin setuju dengan proposal Kementerian Pertahanan untuk mulai membuka arah baru – penciptaan roket darat berbasis hipersonik jarak menengah.

Perjanjian INF “melarang peluncuran rudal dengan jarak antara 500 dan 5.500 kilometer.”

Rudal Kalibr Rusia adalah jenis rudal jelajah yang diluncurkan pasukan Rusia dari kapal dan kapal selam. Saat ni, Putin setuju untuk mengizinkan pengembangan varian peluncuran darat.

Desain baru yang diluncurkan ini akan menjadi pelanggaran langsung jika perjanjian itu masih dipatuhi, tetapi Washington dan Moskow kini telah menangguhkan kepatuhan.

Para pejabat Amerika Serikat mengklaim bahwa Rusia belum mematuhi perjanjian itu. “Selama bertahun-tahun, Rusia telah melanggar ketentuan-ketentuan Perjanjian INF tanpa penyesalan,” kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. “Pelanggaran Rusia menempatkan jutaan orang Eropa dan Amerika pada risiko yang lebih besar.

“Adalah tugas kita untuk merespons secara tepat,” kata Pompeo, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat telah menyediakan “cukup waktu” bagi Rusia untuk kembali mematuhi perjanjian tersebut.

Penangguhan yang telah lama diperkirakan telah menimbulkan kekhawatiran tentang perlombaan senjata baru dengan Moskow dan menempatkan sekutu Eropa di tempat yang berbahaya. Pengumuman Pompeo memulai hitungan mundur 180 hari untuk menyelesaikan penarikan kecuali Rusia kembali mematuhi perjanjian 1987.

Sumber: cnn.com, euronews.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.